Selasa, 10 Mei 2016

Tes Individu dan Tes Kelompok

Tes Individu


Tes individual adalah tes yang diberikan perorangan, yaitu tester berhadapan dengan testee.
Tes individual mencakup tes kepribadian Rorschach, TAT (Thematic Apperception Test), tes intelegensi WAIS ( Wechsler Adult Intellegence Scale ), WISC ( Wechsler Intellegence Scale for Children ), tes intelegensi Stanford Binet dan Skala Kaufman.

* Tes Rosarch
Metode proyektif yang paling dikenal dan digunakan secara luas dalam melihat kepribadian seseorang adalah tes Rorschach. Dalam tes ini, klien diperlihatkan sepuluh kartu dengan bentuk ambigu hasil dari cipratan tinta yang hampir simetris. Lima kartu berwarna hitam, putih dan abu-abu yang berbayang, sedangkan lima kartu lainnya memiliki warna. Kebanyakan ahli setuju bahwa tes Rorschach ini merupakan teknik psikodiagnostik yang signifikan dan sensitif. Tes ini mengevaluasi emosi-emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual dan membantu menjelaskan komponen-komponen kepribadian seseorang.
Ada tiga kategori penting dalam memberikan skor pada tes ini, yaitu lokasi yang menunjukkan pada bagian mana respon dilihat oleh klien dalam kartu, determinan yang menunjukkan bagaimana respon tersebut dilihat, dan konten yang menunjukkan apa yang dilihat klien dalam kartu.
Rorshach telah berhasil membuat satu seri kartu bercak tinta yang terdiri dari sepuluh kartu dan sudah distandarisasi, kartu2 tersebut dapat digunakan sebagai alat asesmen kepribadian seseorang.
. Dasar Pemikiran Tes Rorschach:
  • Asumsi ada hubungan antara persepsi dengan kepribadian.
  • Bercak tinta ambigous dan unstructured , yaitu persepsi personal, spontan dan tidak dipelajari. 
  • Tujuan utama mendeskripsikan kepribadian seseorang secara keseluruhan (Gestalt)


* Tes TAT

Thematic Apperception Test atau yang disingkat menjadi (TAT) adalah sebuah alat bantu untuk mengukur aspek kepribadian individu. Dengan berbagai macam perhitungan, kita bisa mengetahui alat ukur yang digunakan untuk menghitung, bahkan mampu menarik sebuah kesimpulan, dalam menentukan kepribadian dan kognitif seseorang secara umum. Metode dengan menggunakan kartu bergambar seukuran 4 X 6 inchi. Diberikan masing – masing, pria dan wanita, 5 jenis kartu yang berbeda dan 1 kartu kosong.
TAT didasarkan pada teori kebutuhan Murray yang melihat bahwa perilaku manusia didorong oleh motivasi internal dan eksternal, sedangkan lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan interaksi itu yang terbentuk sejak jaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.

Manfaat TAT:
TAT berguna dalam mempelajari secara keseluruhan kepribadian seseorang, sehingga dapat menginterpretasi tingkah laku abnormal, penyakit psikosomatis, neurose.
Manfaat khusus TAT. Sebagai pendahuluan interview therapi dan merupakan langkah pertama dalam psikoanalisa.

* Tes WAIS


Tes Wechsler Adult Intelligence Scale(WAIS) adalah skala inteligensi Wechsler yang standar untuk mengukur potensi inteligensi subyek dewasa usia 16 tahun sampai 75 th atau lebih, yang penyajiannya secara individual. Untuk bisa menyajikan tes WAIS ini dengan baik, tester harus memahami dan melakukan petunjuk-petunjuk dalam manual tes ini dengan seksama dan teliti.


WAIS mengukur dua aspek kemampuan potensial subyek yaitu aspek Verbal dan aspek Performance.





* Tes WISC


WISC dipublikasikan pada tahun 1949. Untuk anak-anak dengan usia 6-16 tahun. Revisi terbaru dari WISC adalah WISC-IV yang terdiri dari 15 subtes dimana 10 diantaranya sebagai subtes inti dan lima diantaranya dirancang sebagai tambahan. 


* Tes Stanford Binet

Stanford-Binet Intelligence Scale adalah tes kecerdasan individual yang direvisi dari Skala Binet-Simon  oleh Lewis Terman M., seorang psikolog di Universitas Stanford. Ini adalah tes  kemampuan cognitive  dan kecerdasan   yang digunakan untuk mendiagnosa gangguan perkembangan atau intelektual pada anak-anak.
Tes mengukur lima weight faktor dan terdiri dari  verbal dan nonverbal subtes.
Lima faktor yang diuji adalah pengetahuan, penalaran kuantitatif, pemrosesan visual-spasial, memori kerja, dan penalaran cairan.


 
* Skala Kaufman


 Kaufman Assessment Battery for Children (K-ABC)
Tes kemampuan kognitif yang dilaksanakan secara individual untuk anak-anak dan remaja untuk usia 3-18. tujuan untuk mengurangi perbedaan skor antara anak-anak dari kelompok etnis dan budaya yang berbeda.


Kaufman Brief Intelligence (K-BIT)
Tes penyaringan intelegensi umum standar yang baru-baru ini dipublikasikan dalam bentuk edisi kedua yaitu KBIT-2 yang terdiri dari


  • skala Crystallized atau verbal yang memiliki dua jenis soal (pengetahuan verbal dan teka-teki)
  • skala non verbal atau Fluid yang mencakup soal-soal matriks.


KBIT-2 dilaksanakan untuk peserta berusia 4-90 tahun dan dalam waktu kurang lebih 20 menit.

TES KELOMPOK
Tes kelompok diberikan tester pada sekelompok testee.

Jenis- jenis tes Kelompok :
* PAP-I

PAPI merupakan sebuah alat ukur yang memeriksa gaya kerja yang sangat populer dan digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan di lebih 50 negara. PAPI dirancang oleh Dr. Max Martin Kostick di tahun 1960-an.
Tes ini merupakan pemeriksaan yang khusus berkaitan dengan kerja , tes ini berusaha untuk menjelaskan serta menjawab pertanyaan terkait permasalahan kepribadian inheren. Gaya bekerja seseorang dan melihat kemampuan seseorang dalam mengatasi dinamika dalam kelompok, terutama karyawan dalam perusahaan.


* EPPS

Tes EPPS (Edward Personality Preference Schedule) merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia. Edward menyiapkan beberapa butir soal sesuai dengan kebutuhan itu. Tes ini biasanya digunakan orang-orang yang akan memasuki dunia pekerjaan

* Multidimensional Aptitude Battery II (MAB-II)
MAB dirancang setara WAIS-R dan untuk menghasilkan skor-skor IQ dengan sifat-sifat psikometrik yang sama dengan yang terdapat pada WAIS-R.
Untuk peserta tes usia 16-74 tahun. MAB-II menghasilkan 10 skor subtes, serta IQ verbal, kinerja, dan skala penuh.

* Tes Kemampuan Kognitif (CogAT – Cognitive Abilitiy Test
CogAT merupakan salah satu tes kombinasi terbaik berbasis sekolah yang digunakan saat ini (Lohman & Hagen, 2001).
Sembilan subtes CogAT mencakup Tes Kombinasi Verbal, Tes Kombinasi Kuantitatif, dan Tes Kombinasi Nonverbal.

* Matriks Progresif Raven (RPM)
Merupakan tes nonverbal penalaran induktif yang di dasarkan pada stimuli ber-gambar. RPM bermanfaat sebagai pengujian tambahan untuk orang-orang yang memiliki kelemahan pendengaran , bahasa, dan fisik.

Kelebihan dan Kekurangan Tes Kelompok
* Kelebihan
  • Alat ini dirancang untuk testing massal.
  • Diselenggarakan secara simultan bagi banyak mungkin orang yang benar-benar bisa disesuaikan dengan ruang yang tersedia dan jangkauan  suara mikrofon.
  • Soal-soal yang dicetak dan jawaban-jawaban sederhana yang dapat direkam pada sebuah brosur tes atau lembaran jawaban, atau pada sebuah komputer, hubungan orang perorang antara penguji dan peserta tes bisa diabaikan.
  • Waktu testing yang tersedia dapat digunakan lebih efektif jika setiap peserta tes berkonsentrasi kepada soal-soal yang sesuai kemampuannya.
* Kekurangan
  • Penguji memiliki peluang yang jauh lebih kecil untuk behubungan, bekerjasama, dan mempertahankan minat peserta tes.
  • Kondisi peserta sakit, lelah, riasu, cemas yang bis mempengaruhi kinerja tes kurang didektesi dalm testing kelompok dibandingkan testing individual.
  • Tes diselenggarakan karena keterbatasan-keterbatasan yang diberikan pada jawaban- jawaban peserta.





.




Selasa, 03 Mei 2016

Rangkuman Psikodiagnostik Beserta Alat Ukur

Pengertian Psikodiagnostik 
Psikodiagnostik berasal dari 2 kata, yaitu psikologi dan diagnostik. Psikologi adalah Ilmu pengetahuan mengenai gejala pemikiran atau gejala kesadaran manusia, terlepas dari badannya (Rene Descartes) Secara umum Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia, sedangkan diagnostik adalah identifikasi mengenai sesuatu, mencari tahu tentang suatu hal. Jadi, bisa disimpulkan psikodiagnostik ini adalah ilmu tentang mencari tahu masalah perilaku yang muncul.

PSIKODIAGNOSTIK ==> Cara Untuk menegakkan Diagnosa (dalam rangka pemeriksaan)

Psikodiagnostik ini muncul dilatarbelakangi oleh kebutuhan klinis, yang dieksiskan oleh Hermann Rorschach. Dalam mendiganosa seseorang individu, Hermann membuat sebuah tes yang dinamakan “Test Rorschach”. Test Rorschach adalah suatu tes yang berupa bercak tinta, yang diteteskan pada kertas sehingga memunculkan bentuk gambar yang simetris. Lalu subjek/individu yang di tes diminta untuk mengiterpretasikan gambar tersebut. Beberapa psikolog menggunakan test ini untuk memeriksa kepribadian seseorang. Test ini banyak digunakan untuk kasus – kasus dimana pasien tidak ingin menggambar proses terbuka.





Psikodiagnostik itu sendiri memiliki pengertian sempit dan luas.
  • Arti sempit: Meruapakan suatu cara untuk menetapkan psikis atau gangguan jiwa agar dapat memberikan pengobatan yang tepat
  • Arti luas: Setiap cara yang digunakan untuk membuat diagnosis psikologis, agar dapat memperlakukan individu dengan lebih tepat.




Apa tujuan dari psikodiagnostik itu sendiri??


  1. Untuk mengetahui potensi/ kemampuan-kemampuan yang dimiliki individu
  2. Agar dapat memperlakukan individu sesuai dengan potensinya
  3. Untuk menetapkan kelainan-kelainan psikis yang dialami individu, seperti fobia, skizoferenia, paranoid, dll
  4. Agar dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kelainan psikologis yang dialami individu tersebut. Misalnya, dia menderita paranoid, apa penanganan yang tepat supaya paranoidnya bisa disembuhkan.
  5. Untuk mengetahui adanya perbedaan-perbedaan individu. Misalnya, kembar identik. Apakah kembar identik sudah pasti sama?? Bisa saja mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda
Ada 5 kelompok profesi yang gunain psikodiagnostik ini; Psikolog, Psikiater, Petugas Rekrutmen dalam bidang Industri (Personel Worker), Petugas Sosial, dan Petugas Bimbingan dan Konseling dalam bidang Pendidikan.

METODE PSIKODIAGNOSTIKA

1.      OBSERVASI
Observasi adalah salah satu metode dalam psikodiagnostika, yang dilakukan secara sistemaris dan sengaja melalui pengamatan dan pencatatan terhadap subjek yang diteliti. Alat utama yang digunain tuh simple PANCAINDRA.

2.      WAWANCARA
Interview merupakan percakapan antara dua orang atau lebih, yang berlangsung antara interviewee dan interviewer. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk m,endapatkan informasi dimana interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh interviewee.
3.      TES PSIKOLOGI
Dalam bidang Psikologi, kata tes pertama kali digunakan oleh J.M Cattell pada tahun 1980. Mulai saat itu, kata tersebut semakin popular sebagai nama metode psikologis, yang digunakan untuk mengukur kepribadian tertentu.
Tes psikologi è pertanyaan-pertanyaan yg harus dijawab dan atau perintah-perintah yg harus dijalankan, dan berdasarkan atas bagaimana teste menjawab pertanyaan dan atau melakukan perintah penyelidiki dapat mengambil kesimpulan dengan cara membandingkan dg standart atau dg testee yg lain.
Metode tes dapat membantu memperoleh gambaran diri subjek. Kelebihan dari tes ini adalah bentuknya yang sudah standar, sehingga mengurangi bias yang mungkin muncul selama proses pemeriksaan berlangsung. Respon yang diberikan diubah dalam bentuk skor dan dibuat analisa kuantitatif. Skor yang didapat kemudian diinterprestasi sesuai dengan norma yang ada.
4.      ANALISA DOKUMEN (RIWAYAT HIDUP)
Dokumen yang dapat dianalisa berupa ijazah sekolah, arsip pekerjaan, catatan medis, tabungan, buku harian, surat, album foto, catatan kepolisian, penghargaan, dsb. Data dalam bentuk dokumen ini memiliki kelebihan, yaitu data dapat lebih terhindar dari distorsi memori, jenis respon, motivasi atau faktor situasional. Misalnya, ingin mendapatkan informasi tentang hasil belajar subjek, dengan melihat nilai rapor, dibangingkan bertanya langsung (yang kemungkinan subjek dapat berbohong)

SEJARAH TES PSIKOLOGI
Awal Mula
Para ahli sejarah mencatat bahwa bentuk-bentuk dasar tes berawal pada sekitar tahun 2200 SM. Ketika kaisar Cina memerintahkan para pejabatnya untuk diuji setiap 3 tahun untuk menentukan kelayakan mereka atas suatu jabatan. Tes itu dimodifikasi dan diperbaiki selama berabad-abad hingga ujian tertulis diperkenalkan pada masa dinasti Han (202 SM-200 SM) 5 topik yang dites: hukum perdata, masalah-masalah militer, pertanian, pajak, dan geografi.

Cina
  • Sistem ujian dalam bentuk lisan
  • Menentukan pejabat pemerintah yang layak mengerjakan tugasnya à“fitness for office”
  • Hukum sipil, masalah militer, pertanian , penghasilan, geografi, komposisi karangan dan puisi


Perang Dunia I (1917)
APA (American Psychological Association)  menunjuk suatu komite yang diketuai oleh  Robert M. Yerkes
instrumen untuk mengklasifikasikan berdasarkan taraf intelektual umum. Digunakan untuk berbagai keputusan administratif; penolakan atau penghentian dr dinas militer, penempatan ke berbagai macam dinas, penerimaan padalatihan sebagai perwira
  • Army Alpha : untuk rutin umum
  • Army Beta : buta huruf dan orang asing
Sesudah Perang Dunia I, tes-tes angkatan darat disebar ke penggunaan sipil.
Tes Army Alpha dan Army Beta mengalami banyak revisi dan menjadi model bagi sebagian besar tes inteligensi kelompok
Pelopor pengetesan dan pemeriksaan psikologi, antara lain :
  • Charles Spearman à Teori Tes
  • Edward Thorndike à Tes Prestasi
  • Lewis Terman à Tes Kecerdasan
  • Robert Woodward & Hermann Rorscach  à Kepribadian
  • E.K. Strong, Jr à pengukuran Minat


Fungsi Tes Psikologi

Fungsi seleksi
Tes psikologi berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan.. misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasilh-asil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak alon-calon lainnya.
Fungsi Klasifikasi
Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya. Atau mengelompokkan siswa ke dalam program khusus tertentu.
Fungsi deskripsi
Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik kepribadian, tingkahlaku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya
Mengevaluasi suatu treatment
Tes psikologi digunakan juga untuk mengavaluasi suatu treatment/tindakan yang telah dilakukan terhadap seseorang atau sekelompok individu. Ini untuk mengavaluasi sampai tingkat mana keberhasilantreatment yang sudah diberikan. Evalusi ini sangat membantu untuk meneruskan tindakan selanjutnya yang akan diambil.
Menguji suatu hipotesis
Tes psikologi juga bisa digunakan menguji sebuah hipotesis dan asumsi yang ada. Ini dikarenakan, bahwa tes psikologi terbuat/disusun dari sejumlah penelitian yang ilmiah sebelumnya.  Contoh penggunaan tes psikologi untuk menguji hipotesis ini seperti membandingkan hasil eksperimen yang sudah didapatkan dengan tes psikologi yang sudah dibakukan. Jadi hasilnya dapat di compare(membadingkan), ataupun tes psikologi bisa langsung menguji hipotesis dengan menurunkan indicator-indokator dari tes psikologi yang baku.



Tes Psikologi dalam Psikodiagnostik



Untuk mengetahui dan mengukur dinamika manusia yang terbilang abstrak tidak bisa dilihat secara kasat mata maka diperlukan instrument-instrumen didalamnya, instrument tersebut bisa disebut dengan nama "ALAT UKUR". Alat ukur yang dipilih untuk digunakan tidak bisa asal pilih begitu saja, alat ukur harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu:

1. Valid (Alat ukur dapat melakukan fungsinya dengan tepat)

2. Realibel (Hasil konsisten dalam mengukur objek yang sama walaupun waktu pengukuran berubah-ubah)

3. Terstandarisasi

4. Objektivitas

5. Mudah digunakan

6. Komprehensif (dapat mengukur banyak hal)



Tes Psikologi terdiri dari berbagai jenis-jenis tes, salah satunya TES INTELEGENSI dan TES KEPRIBADIAN.

Test Intelegensi
Tes Intelegensi adalah tes yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan manusia dalam berpikir, mengolah informasi, kemampuan beradaptasi, memecahkan setiap masalah yang ada, dsb. Tes ini menekankan unsur kognitif individu.

Intelegensi mengandung tiga aspek kemampuan, yaitu:
- Kemampuan untuk memusatkan kepada suatu masalah yang harus dipecahkan.
- Kemampuan untuk melakukan adaptasi terhadap masalah yang dihadapinya.
- Kemampuan untuk mengadakan kritik, baik terhadap masalahnya maupun terhadap dirinya sendiri.

Berikut adalah beberapa tes intelegensi sebagai berikut :

1. IST
Tes IST (Intelligenz Struktur Test) merupakan salah satu tes psikologi untuk mengukur tingkat intelegensi seseorang. IST (Intelligenz - Struktur – Test) adalah tes inteligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Jerman pada tahun 1953.
* IST terdiri dari 9 sub test:
SE (Satzerganzng) --- Melengkapi kalimat
WA (Wortausuahl)--- mencari kata yang berbeda
 AN (Analogien) --- mencari hubungan kata
GE (Gmeinsamkeiten) --- mencari kata yang mencakup dua pengertian
RA (Rechen Aufgaben) --- Hitungan sederhana
ZR (Zahlen Reihen) --- deret angka
FA (Form Ausuahl) --- Menyusun bentuk
WU (Wurfal Aufgaben) --- Kubus
ME (Merk Aufgaben) --- Mengingat kata

2. CFITCFIT mengukur intelegensi individu dalam suatu cara yang direncanakan untuk mengurangi pengaruh kecakapan verbal, iklim budaya, dan tingkat pendidikan (Cattel dalam Kumara, 1989). 
Tes ini dapat disajikan secara individual maupun klasikal. Disamping tester, perlu pengawas tambahan bagi kelompok yang terdiri dari 25 orang atau lebih. Tes ini dipergunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan faktor kemampuan mental umum atau kecerdasan.
3. WISC & WAIS
Tes ini merupakan tes yang serupa tetapi sasaran subjeknya saja yang berbeda. Dalam tes ini mengukur 2 aspek kemampuan individu, yaitu kemampuan verbal dan kemampuan performance.


4. TEST KREAPLIN
Tes  Kreapelin  merupakan  hasil  dari  ciptaan  Emilie  Kraepelin  dia  adalah  seorang Psikiater dari Jerman, adapun proses pembuatannya dari tahum 1856-1926. Alat ini dapat tercipta atas dasar pemikiran dari faktor – faktor yang merupakan kekhasan dari sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku

Tujuan  dari  tes  Kraepelin  sebenarnya  adalah  digunakan  untuk  menentukan  seperti  apa  tipe performance  seseorang,  misalnya  hasil  penjualan  yang  rendah,  dapat  menggindikasi  daya gejala depresi mental.•Selain  itu  tes  Kraepelin  juga  dapat  digunakan  untuk  mengukur  seberapa  maximum performance dari seseorang.

•Faktor  kecepatan  (speed  factor)  dimana  dalam  faktor  kecepatan  ini  ditunjukan  pada beberapa prestasi yang dicapai seseorang atau teste saat mengerjakan tes. Apabila hasil yang diperoleh oleh teste tinggi maka arah karir yang cocok adalah bekerja di bidang perkantoran. Seperti pekerjan yang berhubungan dengan pembuatan jadwal, grafik, dan chart.

•Faktor  ketelitian  (accuracy  factor)  Faktor  ini  ditunjukkan  pada  berapa  kesalahan  (salah maupun  terloncat)  yang  diperbuat  dalam  pengerjaan  tes.  Jika  teste  mendapatkan  jumlah kesalahan sedikit maka teste tersebut dapat dikategorikan mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi,adapun arah karir yang cocok untuk katagori ini yaitu bekerja pada bidang manajemen, akutansi, perpajakan, statistika, dan matematika.
-Faktor  keajegan  (rithme  factor)  faktor  keajegan  ditunjukkan pada  irama  kerja  seseorang  dalam  mengerjakan  tes.  Untuk mengetahui  keajegan  atau  sering  disebut  dengan  kestabilan seseorang  maka  dengan  cara  menskor  deret  tertinggi  dikerjakan dikurangi  deret  terendah  yang  dikerjakan.  Jika  hasil  yang  di peroleh teste  tinggi, maka dapa  ditentukan arah  karir  yang  cocok yaitu sebagai direktur atau pimpinan perusahaan.

•Faktor ketahanan (ausdeur factor) dimana dalam faktor ini dapat ditunjukkan  oleh  garis  ausdaner  dalam  mengerjakan  tes. Menganalisis dari bentuk grafik yang dikerjakan oleh teste tersebut.

5. TEST PAULI
Tes Pauli dikembangkan pada tahun 1983, oleh Dr.Richard Pauli bersama dengan Dr. Wilhem Arnold dan Prof. Dr. Van Hiss. Pada dasarnya, Richard Pauli tergolong dalam suatu aliran yang ingin membuat psikologi menjadi bidang ilmu pasti, yaitu membuat psikologi sebagai suatu bidang eksperimen. Di dalam penyusunan atau pembuatan test pauli ini, Richard Pauli mengambil cara yang dipergunakan oleh Kraeplin, yaitu menggunakan suatu metode dengan cara mengerjakan penghitungan sederhana di mana yang hendak dilihat adalah kurva kerja dari testee.
Adapun ciri dari test Pauli antara lain adalah: penjumlahan yang mengalir, angka yang ditulis hanya satuan, hasil penjumlahan tidak dijumlahkan dengan angka berikutnya.
Tujuan pengukuran tes Pauli adalah mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat prestasi dengan tepat, dan mengetahui pengaruh sikap kerja terhadap prestasi.


Setelah kita mengetahui apa itu tes intelegensi dan alat-alat tesnya, sekarang kita masuk mengenai tes kepribadian, berikut penjelasannya......


Tes Kepribadian

Tes kepribadian adalah tes yang digunakan untuk melihat kepribadian setiap individu seperti tipe, gaya, tingkat kepribadian. Tes ini memiliki fungsi selain melihat yaitu untuk mendiagnosa serta memberi treatment yang khusus apabila ternyata terdapat kepribadian yang "sakit" seperti Psikopat, Zkizofrenia, ADHD,dll.

Aspek-aspek yang diukur dalam tes kepribadian antara lain pengendalian diri, kepercayaan diri, hubungan interpersonal, komitmen, optimisme, kemandirian, motivasi berprestasi, daya tahan terhadap stress, dan penyesuaian diri.

Berikut adalah jenis-jenis alat tes kepribadian :
1. PAPI (The Personality Preference Inventory)

+'1'87

,%1

+'1'87

,%1
PAPI merupakan sebuah alat ukur yang memeriksa gaya kerja yang sangat populer dan digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan di lebih 50 negara. PAPI dirancang oleh Dr. Max Martin Kostick di tahun 1960-an.
Tes ini merupakan pemeriksaan yang khusus berkaitan dengan kerja , tes ini berusaha untuk menjelaskan serta menjawab pertanyaan terkait permasalahan kepribadian inheren. Gaya bekerja seseorang dan melihat kemampuan seseorang dalam mengatasi dinamika dalam kelompok, terutama karyawan dalam perusahaan.
PAPI memiliki dua format, yakni:

• PAPI-I (Ipsatif ) dimana format tersebut mengadopsisebuah format wajib memilih (forced-choice) dan menuntut responden untuk memilih prefensi – prefensi darim90 pernyataan.

• PAPI-N (Normatif) Tes ini meminta orang-orang yang mengerjakan kuesioner untuk memberikan tingkat sejauh mana mereka setuju dengan 126 pernyatan.

2. NEO PI-R
NEO-PI-R adalah sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae dengan cara menggunakan kuisioner yang dirancang untuk mengukur Big Five Traits. Mereka membedakan masing-masing dari kelima dimensi kepribadian tersebut dengan mengembangkan enam facet yang sifatnya lebih spesifik.
Tujuan tes ini adalah untuk mengukur kecenderungan emosi, hubungan interpersonal, keterbukaan terhadap pengalaman baru, kecenderungan untuk tunduk pada orang lain, dan kemampuan individu dalam berorganisasi.

3. DISC
Alat tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian, pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara profesional maupun secara personal. Seperti umumnya alat-alat tes sejenis (termasuk IQ tes), DISC pertama kali digunakan untuk kepentingan militer dan secara luas digunakan sebagai bagian dalam proses penerimaan tentara AS pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah keandalannya terbukti, kemudian DISC secara bertahap dipakai untuk kepentingan rekrutmen yang lebih umum.
1. Dominant (D)
2. Influencing (I)
3. Steadiness (S)
4. Conscientiousness (C)
Manfaat DISC :
• Memberikan pemahaman tentang diri seseorang terkait dengan kelebihan dan kekurangan dirinya (secara garis besar untuk memahami tipe kepribadian).
• Perencanaan masa depan yang lebih baik.
• Penempatan yang sesuai dengan keunikan seseorang.

4. MBTI
Tes MBTI adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang dalam lingkungannya. Tes ini dikembangkan oleh Katherine Cook Brigss dan putrinya, Isabel Brigss Myers. Mereka mengembangkan tes ini sejak perang dunia II (1939-1945). Mereka percaya bahwa pengetahuan akan kepribadian dapat membantu perempuan yang akan memasuki dunia kerja di bidang industri. Tes MBTI bertujuan secara khusus untuk mengklasifikasikan orang-orang menurut tipe-ti pe kepribadian yang spesifik yang kini menjadi rujukan bagi berbagai organisasi dalam melakukan tes bagi pesertanya. Kuesioner ini didasarkan pada empat skala, yang menghasilkan enam belas kemungkinan kombinasi atau tipe-tipe kepribadian yang luas. MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan. Masing-masing memiliki sisi positif dan sisi negatif.
Berikut empat skala kecenderungan MBTI, yaitu :
1. Ekstrovert (E) vs Introvert (I)
2. Sensing (S) vs Intuition (I)
3. Thinking (T) vs Feeling (F)
4. Judging (J) vs Perceiving (P)
 Kegunaan Tes MBTI
1. Bimbingan Konseling
2. Pengembangan diri
3. Memahami orang lain dengan cara yang lebih baik

Untuk mengukur kepribadian, selain jenis alat tes diatas terdapat pula test grafis dan tes proyeksi. Tes grafis adalah tes yang melihat kepribadian individu, melalui bagaimana individu tersebut menulis dan menggambar . Tes Proyeksi merupakan tes yang diigunakan untuk mengukur kepribadian dengan cara individu diajak untuk menebak gambar yang ada di alat tes itu.

Berikut jenis-jenis alat tes grafis dan proyeksi

1.  WZT/WARTEGG
Dikembangkan sekitar tahun 1930 oleh Dr. Ehrig Wartegg dalam karyanya Gestaltung und Character sebagai suatu outline untuk tipologi tes DCT ini. Tes ini terdiri dari 8 karakter item data berupa bentuk/gambar yang ambigu di tiap 8 kotaknya. Sebuah tes proyeksi sederhana yang berupa setengah kertas ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Dalam setiap kotak terdapat rangsang-rangsang tertentu yang masing-masing kotaknya akan memberikan kesan spesifik yang berbeda-beda dan tentu saja reaksi yang berbeda pula sesuai dengan kepribadian seseorang. 
Tujuan tes ini untuk mengeksplorasi struktur kepribadian dari fungsi dasarnya (emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol, dan fungsi realita, sejauhmana masalah-masalah yang ada “meluas” dalam diri individu dan melihat abnormalitas manusia.
Alat-alat yang dibutuhkan
-Menyiapkan stopwatch yang siap pakai
-Menggambar Tes Wartegg di papan tulis
-Membagikan lembar Tes Wartegg dan sebatang pinsil HB

2. DAM
Tes Menggambar Orang dilaksanakan secara individual. Biasanya digunakan untuk keperluan seleksi, adakalanya tes ini dilaksanakan secara klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan klinis, tes ini dilakukan “work limit” (tanpa batas waktu pengerjaan)  dan jika testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit” (dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan menggunakan penghapus.
Alat yang dibutuhkan:
-2 lembar kertas putih ukuran 8.5” x 11”
-pensil (medium soft)
-penghapus (sesuaikan dengan tujuan pemeriksaan)
-lembaran observasi
-lembaran penyerta

3. HTP (House - Tree - Person)
Tes menggambar pohon (The Tree Test/Baum Test) bisa dilaksanakan secara individual maupun klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan klinis, tes ini dilakukan “work limit” (tanpa batas waktu pengerjaan) dan jika testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit” (dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan menggunakan penghapus

Instruksi:
Gunakan tiga lembar kertas, berikan yang pertama dan katakan, “Saya ingin kalian untuk menggambar rumah sebisa kalian.” Pertanyaan kedua ditanyakan lagi dan memberikan selembar kertas, “Gambarlah sebuah pohon sebagus sebisa kalian.” Pertanyaan, dan selembar kertas lagi yang terakhir, “ Gambarlah orang sebaik yang kalian bisa”. Jika ada yang menggambar kepalanya saja, katakan, “Saya ingin kalian menggambar orang yang utuh, bukan hanya kepalanya saja.”
Subjek diberi tahu untuk menggambar sebuah rumah, pohon dan orang dalam selembar kertas putih. Figur pada gambar memberikan terapis beberapa indikasi bagaimana perspektif anak tersebut terhadap dirinya di dunia. Figur pada gambar biasanya juga disebut sebagai refleksi diri.
4. Grafologi
Grafologi berasal dari kata graphos yang berarti coretan atau tulisan dan logos yang berarti ilmu. Jadi grafologi adalah ilmu yang mampu menginterpretasikan karakter seseorang melalui tulisannya. Grafologi ini sudah ada sejak zaman kuno.
Tujuan dari tes ini yaitu untuk mengetahui untuk mengungkapkan karakter dan kepribadian seseorang melalui tulisannya. Dengan grafologi kita dapat mengetahui motivasi diri, kestabilan emosi, keadaan mental, minat dan bakat, kecenderungan intelektual bahkan kekuatan dan kelemahan diri.
Kosep:
- Ruang
Tempat seseorang dalam mencoretkan tulisannya. Agar mudah dimengerti, ruang adalah jika kita menulis di kertas  A4 yang kosong, maka tempat kosong yang kita tulis ini adalah ruangnya
- Gerak
Arah tulisan (kekakanan / kekiri, keatas / menurun)
- Bentuk
Bentuk-bentuk dari tulisan tiap huruf ataupun kata (bentuk, huruf a,i, dsb)
Sedangkan berikut adalah tes proyektif :

1. Tes Rosarch
Metode proyektif yang paling dikenal dan digunakan secara luas dalam melihat kepribadian seseorang adalah tes Rorschach. Dalam tes ini, klien diperlihatkan sepuluh kartu dengan bentuk ambigu hasil dari cipratan tinta yang hampir simetris. Lima kartu berwarna hitam, putih dan abu-abu yang berbayang, sedangkan lima kartu lainnya memiliki warna. Kebanyakan ahli setuju bahwa tes Rorschach ini merupakan teknik psikodiagnostik yang signifikan dan sensitif. Tes ini mengevaluasi emosi-emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual dan membantu menjelaskan komponen-komponen kepribadian seseorang.
Ada tiga kategori penting dalam memberikan skor pada tes ini, yaitu lokasi yang menunjukkan pada bagian mana respon dilihat oleh klien dalam kartu, determinan yang menunjukkan bagaimana respon tersebut dilihat, dan konten yang menunjukkan apa yang dilihat klien dalam kartu.
Rorshach telah berhasil membuat satu seri kartu bercak tinta yang terdiri dari sepuluh kartu dan sudah distandarisasi, kartu2 tersebut dapat digunakan sebagai alat asesmen kepribadian seseorang. Bercak-bercak itu sekarang telah dicetak diatas kertas tebal berwarna putih sebagai dasarnya, kartu berukuran 24 ½ cm dan lebar 17 cm. 10 kartu tersebut dikelompokan menjadi dua yaitu:
-  kartu achromatic, kelompok kartu ini hanya mempunyai warna hitam, putih dan abu-abu, yaitu kartu I, IV,V,VI dan VII.
-  kartu chromatic, kelompok kartu kromatik mempunyai aneka warna lain, missal merah, biru, hijau dsb. Yaitu kartu II, III,VIII, IX,dan X.

2. Test TAT
Thematic Apperception Test atau yang disingkat menjadi (TAT) adalah sebuah alat bantu untuk mengukur aspek kepribadian individu. Dengan berbagai macam perhitungan, kita bisa mengetahui alat ukur yang digunakan untuk menghitung, bahkan mampu menarik sebuah kesimpulan, dalam menentukan kepribadian dan kognitif seseorang secara umum. Metode dengan menggunakan kartu bergambar seukuran 4 X 6 inchi. Diberikan masing – masing, pria dan wanita, 5 jenis kartu yang berbeda dan 1 kartu kosong.
TAT didasarkan pada teori kebutuhan Murray yang melihat bahwa perilaku manusia didorong oleh motivasi internal dan eksternal, sedangkan lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan interaksi itu yang terbentuk sejak jaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.
- Dalam tes ini, klien diminta membuat cerita dari beberapa kartu bergambar yang disajikan satu persatu.
- Klien dapat menulis sendiri ceritanya atau examiner yang menulis cerita klien.
- Tugas klien adalah menceritakan apa yang sedang terjadi saat ini, sebelumnya (situasi apa yang menimbulkan peristiwa saat ini), bagaimana pikiran dan perasaan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, dan bagaimana akhir dari cerita yang dibuat klien.
- Cerita yang dibuat klien dianggap memiliki implikasi terhadap konflik atau pun masalah yang dialami klien.


TES BAKAT dan MINAT


Tes Bakat ( Aptitude Test )
Secara umum, bakat (aptitude) dapat diartikan sebagai potensi seseorang untuk berprestasi. Hal ini berarti bahwa seseorang yang menunjukkan bakat tertentu melalui kemampuan actual yang terukur, yang mengidikasikan apa yang telah ia lakukan dengan penuh keyakinan, dengan perkiraan performa mereka akan semakin meningkat dengan adanya pelatihan. Dengan demikian, di dalam tes bakat secara tidak langsung terkandung pula tes performance dan interest (kinerja dan minat), yang dapat mempresiksi prestasi di masa datang (making prediction about future achievements)

Tes Minat ( Interest Inventory )

Menurut Dictionary of Psychology (Reber, 1985), minat diartikan sebagai kesukaan, perhatian, keingintahuan, keterarahan tujuan, motivasi, focus. Hakekatnya minat (dan juga sikap) merupakan aspek penting dari kepribadian. Minat akan mempengaruhi prestasi pendidikan dan pekerjaan, hubungan antar pribadi, kesenangan yang didapat seseorang dari aktivitas waktu luang dan fase-fase utama lainnya dalam kehidupan sehari-hari.
Interest inventory atau inventori/tes minat merupakan instrumen yang didesain untuk mengevaluasi minat atau preferensi seseorang terhadap berbagai bidang atau aktivitas. Sebagian besar inventori minat dirancang untuk menaksir minat individu terhadap bidang pekerjaan. Sejumlah inventori juga memberikan analisis minat dalam kurikulum pendidikan atau bidang studi, yang nantinya terkait dengan keputusan karier. Meskipun frekuensi penggunaan tes dalam konseling masih cukup stabil sejak tahun 1950-an, penggunaan tes minat telah relatif meningkat dibandingkan tes kepribadian (Zytowski & Warman, 1982).

Berikut adalah beberapa tes bakat dan minat antara lain:

Tes Holland
Pada teori yang dikembangkan oleh John L. Holland menjelaskan bahwa suatu pemilihan pekerjaan atau jabatan merupakan hasil dari interaksi antara factor hereditas (keturunan) dengan segala pengaruh budaya, teman bergaul, orang tua, orang dewasa yang dianggap memiliki peranan yang penting. Selain itu John L. Holland juga merumuskan tipe-tipe (golongan) kepribadian dalam pemilihan pekerjaan berdasarkan atas inventori kepribadian yang disusun atas dasar minat.
Kemudian, setiap tipe-tipe kepribadian itu dijabarkan ke dalam suatu model teori yang disebut model orientasi (the model orientation). Model orientasi ini merupakan suatu rumpun perilaku perilaku penyesuaian yang khas. Setiap orang memiliki urutan orientasi yang berbeda-beda, dan hal inilah yang menyebabkan mengapa setiap orang itu mempunyai corak hidup yang berbeda-beda.
Urutan orientasi yang pertama terhadap suasana lingkungan pekerjaan tertentu merupakan corak hidup yang utama dan pertama, urutan model orientasi kedua terhadap lingkungan kerja yang lainnya dan merupakan corak hidup yang kedua bagi seseorang untuk selanjutnya. Penempatan urutan corak hidup itu sangat bergantung dari tingkat kecerdasan serta penilainnya terhadap diri sendiri. Makin jelas penempatan urutan corak hidupnya maka akan semakin menghasilkan pola pilihan yang tepat bagi seseorang. Namun perlu digarisbawahi, jika model orientasi John L. Holland ini mengajukan model orientasi berdasarkan budaya Amerika.
      Adapun model orientasi yang dijabarkan oleh John L. Holland adalah sebagai berikut:
1.       Realistis
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, ketrampilan fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan verbal, konkrit, bekerja praktis, kurang memiliki ketrampilan social, serta kurang peka dalam hubungan dengan orang lain.
Orang model orientasi realistis dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas-tugas yang konkrit, fisik, eksplisit yang memberikan tantangan bagi penghuni lingkungan ini. Untuk dapat memecahkan masalah yang lebih efektif seringkali memerlukan bentuk-bentuk kecakapan, gerakan, dan ketahanan tertentu. Diantaranya kecakapan mekanik, ketahanan dan gerakan fisikuntuk berpindah-pindah dan seringkali berada diluar gedung.Sifat-sifat yang nampak dengan jelas dari tuntutan-tuntutan lingkungan menciptakan kegagalan dan keberhasilan.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, operator mesin/radio, sopir truk, petani, penerbang, pengawas bangunan, ahli listrik, dan pekerjaan lain yang sejenis.
2.      Intelektual
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik. Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman, menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak konvensional dan kegiatan-kegiatanya bersifat intraseptif.
Orang model orientasi intelektual dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas yang memerlukan berbagai kemampuan abstark, dan kreatif. Bukan tergantung kepada pengamatan pribadinya. Untuk dapat memecahkan masalah yang efektif dan efisien diperlukan intelejensi, imajinasi, serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang bersifat intelektual dan fisik. Kriteria keberhasilan dalam melaksanakan tugas bersifat objektif dan bisa diukur, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama dan secara bertahap. Bahan dan alat serta perlengkapan memerlukan kecakapan intelektual daripada kecakapan manual. Kecakapan menulis mutlak dipelihara dalam oreientasi ini.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli fiika, ahli biologi, kimia, antropologi, matematika, pekerjaan penelitian, dan pekerjaan lain yang sejenis.
3.      Sosial
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan pekerjaan yang bersifat membantu orang lain. Ciri-ciri dari tipe model ini adalah pandai bergaul dan berbicara, bersifat responsive, bertanggung jawab, kemanusiaan, bersifat religiusm membutuhkan perhatian, memiliki kecakapan verbal, hubungan antarpribadi, kegiatan-kegiatan rapid an teratur, menjauhkan bentuk pemecahan masalah secara intelektual, lebih berorientasi pada perasaan.
Orang model orientasi sosial memiliki ciri-ciri kebutuhan akan kemampuan untuk menginterpretasi dan mengubah perilaku manusia, serta minat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Secara umum orientasi kerja dapat menimbulkan rasa harga diri dan status.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, guru, pekerja sosial, konselor, misionari, psikolog klinik, terapis, dan pekerjaan lain yang sejenis.
 4.      Konvensional
Tipe model ini pada umumnya  memiliki kecenderungan untuk terhadap kegiatan verbal, ia menyenangi bahasa yang tersusun baik, numerical (angka) yang teratur, menghindari situasi yang kabur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaaan, memberi nilai yang tinggi terhadap status dan kenyataan materi, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya ketergantungan pada atasan.
Orang model orientasi konvensional pada lingkungan nyatanya ditandai  dengan berbagai macam tugas dan pemecahan masalah memerlukan suatu proses informasi verbal dan  dan matematis secara kontinu, rutin, konkrit, dan sistematis. Berhasilnya dalam pemecahan masalah akan nampak dengan jelas dan memerlukan waktu yang relative singkat.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, kasir, statistika, pemegang buku, pegawai arsip, pegawai bank, dan pekerjaan lain yang sejenis.
 5.      Usaha
Tipe model ini memiliki cirri khas diantaranya menggunakan ketrampilan-ketrampilan berbcara dalam situasi dimana ada kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi orang lain, menganggap dirinya paling kuat, jantan, mudah untuk mengadakan adaptasi dengan orang lain, menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur, perhatian yang besar pada kekuasaan, status dan kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan.
Orang model orientasi usaha ditandai dengan berbagai macam tugas yang menitikberatkan kepada kemampuan verbal yang digunakan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain.
Contoh pekerjaan orang dengan model  orientasi ini adalah, pedagang, politikus, manajer pimpinan eksekutif perusahaan, perwakilan dagang, dan pekerjaan lain yang sejenis.
 6.      Artistik
Tipe model orientasi ini memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain secara tidak langsung, bersifat sosial dan sukar menyesuaikan diri.
Orang model orientasi artistic ini ditandai dengan berbagai macam tugas dan masalah yang memerlukan interpretasi atau kreasi bentuk-bentuk artistic melalui cita rasa, perasaan dan imajinai.Dengan kata lain, orientasi artistic lebih menitikberatkan menghadapi keadaan sekitar dilakukan dengan melalui ekspresi diri dan menghindari keadaan yang bersifat intrapersonal,  keteraturan, atau keadaan yang menuntut ketrampilan fisik.
Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli musik, ahli kartum ahli drama, pencipta lagu, penyair, dan pekerjaan lain yang sejenis.

Kelebihan Tes Holland :
  • Alat tes ini arahnya sudah jelas yaitu yang terfokus pada mengukur minat seseorang.
  • Dengan alat tes ini dapat diketahui karakteristik yang dimiliki oleh individu. 
  • Menunjuk pada taraf inteligensi yang memungkinkan tingkat pendidikan sekolah tertentu.
  • Pandangan Holland sangat relevan bagi bimbingan karier dan konseling karier di institusi pendidikan untuk jenjang pendidikan menengah dan masa awal pendidikan tinggi. 
Kekurangan Tes Holland :
  • Dalam mengerjakan alat tes Holland tesste menjawabnya dengan facking.
  • Dalam menjawab alat tes Holland bisa terjadi bias dalam menjawabnya.
  • Terdapat batasan usia dalam mengerjakan tes minat Holland.
  • Karena banyaknya jumlah tes yang dikerjakan maka dapat menyebabkan testee malas dalam mengerjakannya.
  • Dalam teori ini adalah kurang ditinjau proses perkembangan yang melandasi keenam tipe kepribadian dan tidak menunjukan fase-fase tertentu dalam proses perkembangan itu serta akumulasi rentang umur.
TEST RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)

Test RMIB pertama kali disusun oleh Rothwell pada tahun 1947, saat itu test hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada.
Pada tahun 1950, test diperluas menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller.
Test ini disusun dengan tujuan mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan.

12 Jenis Pekerjaan menurut RMIB :
Outdoor
Suatu pekerjaan yang aktivitasnya dilakukan diluar atau udara terbuka, atau pekerjaan yang tidak berhubungan dengan hal-hal yang rutin sifatnya.
Contoh: Petani, penjaga hutan, guru olahraga, juru ukur, dll
Practical
Pekerjaan yang berhubungan dengan minat terhadap pekerjaan yang praktis, karya pertukangan dan yang memerlukan keterampilan.
Medical
Pekerjaan yang berhubungan dengan minat terhadap pengobatan, mengurangi akibat dari penyakit, penyembuhan, dan didalam bidang medis serta hal-hal biologis pada umumnya
Computational
Pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka.
Mechanical
Pekerjaan yang berhubungan dengan atau menggunakan mesin-mesin, alat-alat dan daya mekan
Scientific
Pekerjaan yang berhubungan dengan keaktifan dalam hal analisa dan penyelidikan, eksperime, kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya.
Personal Contact
Pekerjaan yang berhubunga dengan manusia, diskusi, membujuk, bergaul dengan orang lain. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak dengan orang lain.
Musical
Pekerjaan yang berhubungan dengan minat memainkan alat-alat music atau untuk mendengarkan orang lain bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan music, termasuk penghargaan terhadap music.
Aesthetic
Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal bersifat seni dan menciptakan sesuatu.
Laterary
Pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku, kegiatan membaca, mengarang.
Clerical
Pekerjaan yang berhubungan minat terhadap tugas-tugas rutin yang ketepatan.
Social service
Pekerjaan yang berhubungan dengan minat terhadap kesejahteraan penduduk, dengan keinginan untuk menolong dan membimbing/menasehati tentang problem dan kesulitan mereka.

Administrasi
Ada 3 bentuk formulir (form): Pria, Wanita, dan Industri.
  • Setiap formulir terdiri dari 9 kelompok daftar pekerjaan (A-I)
  • Setiap kelompok terdapat 12 jenis pekerjaan yang mewakili kategori pekerjaan yang relative homogeny.
  • Testee diminta membuat ranking dari setiap kelompok daftar pekerjaan berdasarkan yang paling diminati (no: 1) sampai dengan yang paling tidak diminati (12).
  • Setelah selesai subjek diminta untuk menulis 3 jenis pekerjaan secara berurutan yang paling disukai (tidak tergantung pada jenis pekerjaan yang terdapat dalam daftar pada formulir)