1. Valid (Alat ukur dapat melakukan fungsinya
dengan tepat)
2. Realibel (Hasil konsisten dalam mengukur objek
yang sama walaupun waktu pengukuran berubah-ubah)
3. Terstandarisasi
CFIT mengukur Intelegensi
idividu dalam suatu
4. Objektivitas
CFIT mengukur Intelegensi
individu dalam suatu
5. Mudah digunakan
6. Komprehensif (dapat mengukur banyak hal)
Tes Psikologi dibedakan menjadi 2 yaitu:
- Tes Intelegensi
- Tes Kepribadian
Sekarang kita masuk kedalam tes Intelegensi
terlebih dahulu, berikut penjelasannya....
Test Intelegensi
Tes Intelegensi adalah tes yang digunakan untuk
mengetahui seberapa jauh kemampuan manusia dalam berpikir, mengolah informasi,
kemampuan beradaptasi, memecahkan setiap masalah yang ada, dsb. Tes
ini menekankan unsur kognitif individu.
Berikut adalah beberapa tes intelegensi sebagai
berikut :
1. IST
Tes IST (Intelligenz
Struktur Test) merupakan salah satu tes psikologi untuk mengukur tingkat
intelegensi seseorang. IST (Intelligenz - Struktur – Test)
adalah tes inteligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthauer
di Jerman pada tahun 1953.
* IST terdiri dari 9 sub test:
SE (Satzerganzng) --- Melengkapi kalimatWA (Wortausuahl)--- mencari kata yang berbeda
AN (Analogien) --- mencari hubungan kata
GE (Gmeinsamkeiten) --- mencari kata yang mencakup dua pengertian
RA (Rechen Aufgaben) --- Hitungan sederhana
ZR (Zahlen Reihen) --- deret angka
FA (Form Ausuahl) --- Menyusun bentuk
WU (Wurfal Aufgaben) --- Kubus
ME (Merk Aufgaben) --- Mengingat kata
2. CFIT
CFIT mengukur intelegensi individu dalam suatu cara yang direncanakan untuk mengurangi pengaruh kecakapan verbal, iklim budaya, dan tingkat pendidikan (Cattel dalam Kumara, 1989).
Tes
ini dapat disajikan secara individual maupun klasikal. Disamping tester, perlu
pengawas tambahan bagi kelompok yang terdiri dari 25 orang atau lebih. Tes ini
dipergunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan faktor kemampuan mental umum
atau kecerdasan.
3. WISC & WAIS
Tes ini merupakan tes yang serupa tetapi sasaran subjeknya saja yang berbeda. Dalam tes ini mengukur 2 aspek kemampuan individu, yaitu kemampuan verbal dan kemampuan performance.
4. TEST KREAPLIN
Tujuan pengukuran tes Pauli adalah mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat prestasi dengan tepat, dan mengetahui pengaruh sikap kerja terhadap prestasi.
Setelah kita mengetahui apa itu tes intelegensi dan alat-alat tesnya, sekarang kita masuk mengenai tes kepribadian, berikut penjelasannya......
Tes Kepribadian
Tes kepribadian adalah tes yang digunakan untuk melihat kepribadian setiap individu seperti tipe, gaya, tingkat kepribadian. Tes ini memiliki fungsi selain melihat yaitu untuk mendiagnosa serta memberi treatment yang khusus apabila ternyata terdapat kepribadian yang "sakit" seperti Psikopat, Zkizofrenia, ADHD,dll.
Berikut adalah alat test untuk mengukur kepribadian seseorang:
1. PAPI (The Personality Preference Inventory)
Tes ini merupakan tes yang serupa tetapi sasaran subjeknya saja yang berbeda. Dalam tes ini mengukur 2 aspek kemampuan individu, yaitu kemampuan verbal dan kemampuan performance.
4. TEST KREAPLIN
Tes Kreapelin merupakan
hasil dari ciptaan
Emilie Kraepelin dia
adalah seorang Psikiater dari
Jerman, adapun proses pembuatannya dari tahum 1856-1926. Alat ini dapat tercipta
atas dasar pemikiran dari faktor – faktor yang merupakan kekhasan dari sensori
sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku
Tujuan dari tes
Kraepelin sebenarnya adalah
digunakan untuk menentukan
seperti apa tipe performance seseorang,
misalnya hasil penjualan
yang rendah, dapat
menggindikasi daya gejala depresi
mental.•Selain itu tes
Kraepelin juga dapat
digunakan untuk mengukur
seberapa maximum performance dari
seseorang.
•Faktor
kecepatan (speed factor)
dimana dalam faktor
kecepatan ini ditunjukan
pada beberapa prestasi yang dicapai seseorang atau teste saat
mengerjakan tes. Apabila hasil yang diperoleh oleh teste tinggi maka arah karir
yang cocok adalah bekerja di bidang perkantoran. Seperti pekerjan yang
berhubungan dengan pembuatan jadwal, grafik, dan chart.
•Faktor
ketelitian (accuracy factor)
Faktor ini ditunjukkan
pada berapa kesalahan
(salah maupun terloncat) yang
diperbuat dalam pengerjaan
tes. Jika teste
mendapatkan jumlah kesalahan
sedikit maka teste tersebut dapat dikategorikan mempunyai tingkat ketelitian
yang tinggi,adapun arah karir yang cocok untuk katagori ini yaitu bekerja pada
bidang manajemen, akutansi, perpajakan, statistika, dan matematika.
- Faktor keajegan (rithme factor) faktor keajegan ditunjukkan pada irama kerja seseorang dalam mengerjakan tes. Untuk mengetahui keajegan atau sering disebut dengan kestabilan seseorang maka dengan cara menskor deret tertinggi dikerjakan dikurangi deret terendah yang dikerjakan. Jika hasil yang di peroleh teste tinggi, maka dapa ditentukan arah karir yang cocok yaitu sebagai direktur atau pimpinan perusahaan.
•Faktor ketahanan (ausdeur factor) dimana dalam faktor ini
dapat ditunjukkan oleh garis
ausdaner dalam mengerjakan
tes. Menganalisis dari bentuk grafik yang dikerjakan oleh teste
tersebut.
5. TEST PAULI
Tes Pauli dikembangkan pada tahun 1983, oleh Dr.Richard
Pauli bersama dengan Dr. Wilhem Arnold dan Prof. Dr. Van Hiss. Pada dasarnya,
Richard Pauli tergolong dalam suatu aliran yang ingin membuat psikologi menjadi
bidang ilmu pasti, yaitu membuat psikologi sebagai suatu bidang eksperimen. Di
dalam penyusunan atau pembuatan test pauli ini, Richard Pauli mengambil cara
yang dipergunakan oleh Kraeplin, yaitu menggunakan suatu metode dengan cara
mengerjakan penghitungan sederhana di mana yang hendak dilihat adalah kurva
kerja dari testee.
Adapun ciri dari test Pauli antara lain adalah: penjumlahan
yang mengalir, angka yang ditulis hanya satuan, hasil penjumlahan tidak
dijumlahkan dengan angka berikutnya.Tujuan pengukuran tes Pauli adalah mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat prestasi dengan tepat, dan mengetahui pengaruh sikap kerja terhadap prestasi.
Setelah kita mengetahui apa itu tes intelegensi dan alat-alat tesnya, sekarang kita masuk mengenai tes kepribadian, berikut penjelasannya......
Tes Kepribadian
Tes kepribadian adalah tes yang digunakan untuk melihat kepribadian setiap individu seperti tipe, gaya, tingkat kepribadian. Tes ini memiliki fungsi selain melihat yaitu untuk mendiagnosa serta memberi treatment yang khusus apabila ternyata terdapat kepribadian yang "sakit" seperti Psikopat, Zkizofrenia, ADHD,dll.
Berikut adalah alat test untuk mengukur kepribadian seseorang:
1. PAPI (The Personality Preference Inventory)
+'1'87
,%1
+'1'87
,%1
PAPI merupakan sebuah alat ukur yang memeriksa gaya kerja
yang sangat populer dan digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan di lebih 50
negara. PAPI dirancang oleh Dr. Max Martin Kostick di tahun 1960-an.
Tes ini merupakan pemeriksaan yang khusus berkaitan dengan
kerja , tes ini berusaha untuk menjelaskan serta menjawab pertanyaan terkait
permasalahan kepribadian inheren. Gaya bekerja seseorang dan melihat kemampuan
seseorang dalam mengatasi dinamika dalam kelompok, terutama karyawan dalam
perusahaan.
PAPI memiliki dua format, yakni:
• PAPI-I (Ipsatif ) dimana format tersebut mengadopsisebuah
format wajib memilih (forced-choice) dan menuntut responden untuk memilih prefensi
– prefensi darim90 pernyataan.
• PAPI-N (Normatif) Tes ini meminta orang-orang yang
mengerjakan kuesioner untuk memberikan tingkat sejauh mana mereka setuju dengan
126 pernyatan.
2. NEO PI-R
NEO-PI-R adalah sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh
Costa dan McCrae dengan cara menggunakan kuisioner yang dirancang untuk
mengukur Big Five Traits. Mereka membedakan masing-masing dari kelima dimensi
kepribadian tersebut dengan mengembangkan enam facet yang sifatnya lebih
spesifik.
Tujuan tes ini adalah untuk mengukur kecenderungan emosi, hubungan
interpersonal, keterbukaan terhadap pengalaman baru, kecenderungan untuk tunduk
pada orang lain, dan kemampuan individu dalam berorganisasi.
3. DISC
Alat tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe-tipe
perilaku dan gaya kepribadian, pertama kali dikembangkan oleh William Moulton
Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka
wawasan dan pemikiran, baik secara profesional maupun secara personal. Seperti
umumnya alat-alat tes sejenis (termasuk IQ tes), DISC pertama kali digunakan
untuk kepentingan militer dan secara luas digunakan sebagai bagian dalam proses
penerimaan tentara AS pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah
keandalannya terbukti, kemudian DISC secara bertahap dipakai untuk kepentingan
rekrutmen yang lebih umum.
1. Dominant (D)
2. Influencing (I)
3. Steadiness (S)
4. Conscientiousness (C)
Manfaat DISC :
• Memberikan pemahaman tentang diri seseorang terkait dengan
kelebihan dan kekurangan dirinya (secara garis besar untuk memahami tipe
kepribadian).
• Perencanaan masa depan yang lebih baik.
• Penempatan yang sesuai dengan keunikan seseorang.
4. MBTI
Tes MBTI adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui
tipe-tipe kepribadian seseorang dalam lingkungannya. Tes ini dikembangkan oleh
Katherine Cook Brigss dan putrinya, Isabel Brigss Myers. Mereka mengembangkan
tes ini sejak perang dunia II (1939-1945). Mereka percaya bahwa pengetahuan
akan kepribadian dapat membantu perempuan yang akan memasuki dunia kerja di
bidang industri. Tes MBTI bertujuan secara khusus untuk mengklasifikasikan
orang-orang menurut tipe-tipe kepribadian yang spesifik yang kini menjadi
rujukan bagi berbagai organisasi dalam melakukan tes bagi pesertanya. Kuesioner
ini didasarkan pada empat skala, yang menghasilkan enam belas kemungkinan
kombinasi atau tipe-tipe kepribadian yang luas. MBTI bersandar pada empat
dimensi utama yang saling berlawanan. Masing-masing memiliki sisi positif dan
sisi negatif.
Berikut empat skala kecenderungan MBTI, yaitu :
1. Ekstrovert (E) vs Introvert (I)
2. Sensing (S) vs Intuition (I)
3. Thinking (T) vs Feeling (F)
4. Judging (J) vs Perceiving (P)
Kegunaan Tes MBTI
1. Bimbingan Konseling
2. Pengembangan diri
3. Memahami orang lain dengan cara yang lebih baik
Untuk mengukur kepribadian, selain jenis alat tes diatas terdapat pula test grafis dan tes proyeksi. Tes grafis adalah tes yang melihat kepribadian individu, melalui bagaimana individu tersebut menulis dan menggambar . Tes Proyeksi merupakan tes yang diigunakan untuk mengukur kepribadian dengan cara individu diajak untuk menebak gambar yang ada di alat tes itu.
Berikut jenis-jenis alat tes grafis dan proyeksi
1. WZT/WARTEGG
Dikembangkan sekitar tahun 1930 oleh Dr. Ehrig Wartegg dalam
karyanya Gestaltung und Character sebagai suatu outline untuk tipologi tes DCT
ini. Tes ini terdiri dari 8 karakter item data berupa bentuk/gambar yang ambigu
di tiap 8 kotaknya. Sebuah tes proyeksi sederhana yang berupa setengah kertas
ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Dalam setiap
kotak terdapat rangsang-rangsang tertentu yang masing-masing kotaknya akan
memberikan kesan spesifik yang berbeda-beda dan tentu saja reaksi yang berbeda
pula sesuai dengan kepribadian seseorang.
Tujuan tes ini untuk mengeksplorasi struktur kepribadian
dari fungsi dasarnya (emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol, dan fungsi realita,
sejauhmana masalah-masalah yang ada “meluas” dalam diri individu dan melihat
abnormalitas manusia.
Alat-alat yang dibutuhkan
-Menyiapkan stopwatch yang siap pakai
-Menggambar Tes Wartegg di papan tulis
-Membagikan lembar Tes Wartegg dan sebatang pinsil HB
2. DAM
Tes Menggambar Orang dilaksanakan secara individual.
Biasanya digunakan untuk keperluan seleksi, adakalanya tes ini dilaksanakan secara
klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan klinis, tes ini dilakukan “work limit”
(tanpa batas waktu pengerjaan) dan jika
testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk
keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit”
(dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan
menggunakan penghapus.
Alat yang dibutuhkan:
-2 lembar kertas putih ukuran 8.5” x 11”
-pensil (medium soft)
-penghapus (sesuaikan dengan tujuan pemeriksaan)
-lembaran observasi
-lembaran penyerta
3. HTP (House - Tree - Person)
Tes menggambar pohon (The Tree Test/Baum Test) bisa
dilaksanakan secara individual maupun klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan
klinis, tes ini dilakukan “work limit” (tanpa batas waktu pengerjaan) dan jika
testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk
keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit”
(dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan
menggunakan penghapus
Instruksi:
Gunakan tiga lembar kertas, berikan yang pertama dan
katakan, “Saya ingin kalian untuk menggambar rumah sebisa kalian.” Pertanyaan
kedua ditanyakan lagi dan memberikan selembar kertas, “Gambarlah sebuah pohon
sebagus sebisa kalian.” Pertanyaan, dan selembar kertas lagi yang terakhir, “
Gambarlah orang sebaik yang kalian bisa”. Jika ada yang menggambar kepalanya
saja, katakan, “Saya ingin kalian menggambar orang yang utuh, bukan hanya
kepalanya saja.”
Subjek diberi tahu untuk menggambar sebuah rumah, pohon dan
orang dalam selembar kertas putih. Figur pada gambar memberikan terapis
beberapa indikasi bagaimana perspektif anak tersebut terhadap dirinya di dunia.
Figur pada gambar biasanya juga disebut sebagai refleksi diri.
4. Grafologi
Grafologi berasal dari kata graphos yang berarti coretan
atau tulisan dan logos yang berarti ilmu. Jadi grafologi adalah ilmu yang mampu
menginterpretasikan karakter seseorang melalui tulisannya. Grafologi ini sudah
ada sejak zaman kuno.
Tujuan dari tes ini yaitu untuk mengetahui untuk
mengungkapkan karakter dan kepribadian seseorang melalui tulisannya. Dengan
grafologi kita dapat mengetahui motivasi diri, kestabilan emosi, keadaan
mental, minat dan bakat, kecenderungan intelektual bahkan kekuatan dan
kelemahan diri.
Kosep:
- Ruang
Tempat seseorang dalam mencoretkan tulisannya. Agar mudah dimengerti, ruang adalah jika
kita menulis di kertas A4 yang kosong,
maka tempat kosong yang kita tulis ini adalah ruangnya
- Gerak
Arah tulisan (kekakanan / kekiri, keatas / menurun)
- Bentuk
Bentuk-bentuk dari tulisan tiap huruf ataupun kata (bentuk, huruf a,i, dsb)
Sedangkan berikut adalah tes proyektif :
1. Tes Rosarch
Metode proyektif
yang paling dikenal dan digunakan secara luas dalam melihat kepribadian
seseorang adalah tes Rorschach. Dalam tes ini, klien diperlihatkan sepuluh
kartu dengan bentuk ambigu hasil dari cipratan tinta yang hampir simetris. Lima
kartu berwarna hitam, putih dan abu-abu yang berbayang, sedangkan lima kartu
lainnya memiliki warna. Kebanyakan ahli setuju bahwa tes Rorschach ini
merupakan teknik psikodiagnostik yang signifikan dan sensitif. Tes ini
mengevaluasi emosi-emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual
dan membantu menjelaskan komponen-komponen kepribadian seseorang.
Ada tiga kategori
penting dalam memberikan skor pada tes ini, yaitu lokasi yang menunjukkan pada
bagian mana respon dilihat oleh klien dalam kartu, determinan yang menunjukkan
bagaimana respon tersebut dilihat, dan konten yang menunjukkan apa yang dilihat
klien dalam kartu.
Rorshach telah berhasil membuat satu seri kartu bercak tinta
yang terdiri dari sepuluh kartu dan sudah distandarisasi, kartu2 tersebut dapat
digunakan sebagai alat asesmen kepribadian seseorang. Bercak-bercak itu
sekarang telah dicetak diatas kertas tebal berwarna putih sebagai dasarnya,
kartu berukuran 24 ½ cm dan lebar 17 cm. 10 kartu tersebut dikelompokan menjadi
dua yaitu:
- kartu achromatic, kelompok kartu ini
hanya mempunyai warna hitam, putih dan abu-abu, yaitu kartu I, IV,V,VI dan VII.
- kartu chromatic, kelompok kartu kromatik mempunyai
aneka warna lain, missal merah, biru, hijau dsb. Yaitu kartu II, III,VIII,
IX,dan X.
2. Test TAT
Thematic Apperception Test atau yang disingkat menjadi (TAT)
adalah sebuah alat bantu untuk mengukur aspek kepribadian individu. Dengan
berbagai macam perhitungan, kita bisa mengetahui alat ukur yang digunakan untuk
menghitung, bahkan mampu menarik sebuah kesimpulan, dalam menentukan
kepribadian dan kognitif seseorang secara umum. Metode dengan menggunakan kartu
bergambar seukuran 4 X 6 inchi. Diberikan masing – masing, pria dan wanita, 5
jenis kartu yang berbeda dan 1 kartu kosong.
TAT didasarkan pada teori kebutuhan Murray yang melihat
bahwa perilaku manusia didorong oleh motivasi internal dan eksternal, sedangkan
lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan
tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan
lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan
interaksi itu yang terbentuk sejak jaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini
merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.
- Dalam
tes ini, klien diminta membuat cerita dari beberapa kartu bergambar yang
disajikan satu persatu.
- Klien
dapat menulis sendiri ceritanya atau examiner yang menulis cerita klien.
- Tugas
klien adalah menceritakan apa yang sedang terjadi saat ini, sebelumnya (situasi
apa yang menimbulkan peristiwa saat ini), bagaimana pikiran dan perasaan
tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, dan bagaimana akhir dari cerita yang dibuat
klien.
- Cerita
yang dibuat klien dianggap memiliki implikasi terhadap konflik atau pun masalah
yang dialami klien.