Minggu, 24 April 2016

TES PSIKOLOGI DALAM PSIKODIAGNOSTIK

Untuk mengetahui dan mengukur dinamika manusia diperlukan instrument-instrumen didalamnya, instrument tersebut bisa disebut dengan nama "ALAT UKUR". Alat ukur yang dipilih untuk digunakan tidak bisa asal pilih begitu saja, alat ukur harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu:

1. Valid (Alat ukur dapat melakukan fungsinya dengan tepat)

2. Realibel (Hasil konsisten dalam mengukur objek yang sama walaupun waktu pengukuran berubah-ubah)

3. Terstandarisasi

CFIT mengukur Intelegensi idividu dalam suatu

4. Objektivitas

CFIT mengukur Intelegensi individu dalam suatu

5. Mudah digunakan

6. Komprehensif (dapat mengukur banyak hal)

Tes Psikologi dibedakan menjadi 2 yaitu:

  • Tes Intelegensi
  • Tes Kepribadian

Sekarang kita masuk kedalam tes Intelegensi terlebih dahulu, berikut penjelasannya....

Test Intelegensi

Tes Intelegensi adalah tes yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan manusia dalam berpikir, mengolah informasi, kemampuan beradaptasi, memecahkan setiap masalah yang ada, dsb. Tes ini menekankan unsur kognitif individu.

Berikut adalah beberapa tes intelegensi sebagai berikut :

1. IST

Tes IST (Intelligenz Struktur Test) merupakan salah satu tes psikologi untuk mengukur tingkat intelegensi seseorang. IST (Intelligenz - Struktur – Test) adalah tes inteligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Jerman pada tahun 1953.

* IST terdiri dari 9 sub test:
SE (Satzerganzng) --- Melengkapi kalimat
WA (Wortausuahl)--- mencari kata yang berbeda
 AN (Analogien) --- mencari hubungan kata
GE (Gmeinsamkeiten) --- mencari kata yang mencakup dua pengertian
RA (Rechen Aufgaben) --- Hitungan sederhana
ZR (Zahlen Reihen) --- deret angka
FA (Form Ausuahl) --- Menyusun bentuk
WU (Wurfal Aufgaben) --- Kubus
ME (Merk Aufgaben) --- Mengingat kata


2. CFIT
CFIT mengukur intelegensi individu dalam suatu cara yang direncanakan untuk mengurangi pengaruh kecakapan verbal, iklim budaya, dan tingkat pendidikan (Cattel dalam Kumara, 1989). 
Tes ini dapat disajikan secara individual maupun klasikal. Disamping tester, perlu pengawas tambahan bagi kelompok yang terdiri dari 25 orang atau lebih. Tes ini dipergunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan faktor kemampuan mental umum atau kecerdasan.

3. WISC & WAIS
Tes ini merupakan tes yang serupa tetapi sasaran subjeknya saja yang berbeda. Dalam tes ini mengukur 2 aspek kemampuan individu, yaitu kemampuan verbal dan kemampuan performance.


4. TEST KREAPLIN
Tes  Kreapelin  merupakan  hasil  dari  ciptaan  Emilie  Kraepelin  dia  adalah  seorang Psikiater dari Jerman, adapun proses pembuatannya dari tahum 1856-1926. Alat ini dapat tercipta atas dasar pemikiran dari faktor – faktor yang merupakan kekhasan dari sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku


Tujuan  dari  tes  Kraepelin  sebenarnya  adalah  digunakan  untuk  menentukan  seperti  apa  tipe performance  seseorang,  misalnya  hasil  penjualan  yang  rendah,  dapat  menggindikasi  daya gejala depresi mental.•Selain  itu  tes  Kraepelin  juga  dapat  digunakan  untuk  mengukur  seberapa  maximum performance dari seseorang.


•Faktor  kecepatan  (speed  factor)  dimana  dalam  faktor  kecepatan  ini  ditunjukan  pada beberapa prestasi yang dicapai seseorang atau teste saat mengerjakan tes. Apabila hasil yang diperoleh oleh teste tinggi maka arah karir yang cocok adalah bekerja di bidang perkantoran. Seperti pekerjan yang berhubungan dengan pembuatan jadwal, grafik, dan chart.


•Faktor  ketelitian  (accuracy  factor)  Faktor  ini  ditunjukkan  pada  berapa  kesalahan  (salah maupun  terloncat)  yang  diperbuat  dalam  pengerjaan  tes.  Jika  teste  mendapatkan  jumlah kesalahan sedikit maka teste tersebut dapat dikategorikan mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi,adapun arah karir yang cocok untuk katagori ini yaitu bekerja pada bidang manajemen, akutansi, perpajakan, statistika, dan matematika.
  • Faktor  keajegan  (rithme  factor)  faktor  keajegan  ditunjukkan pada  irama  kerja  seseorang  dalam  mengerjakan  tes.  Untuk mengetahui  keajegan  atau  sering  disebut  dengan  kestabilan seseorang  maka  dengan  cara  menskor  deret  tertinggi  dikerjakan dikurangi  deret  terendah  yang  dikerjakan.  Jika  hasil  yang  di peroleh teste  tinggi, maka dapa  ditentukan arah  karir  yang  cocok yaitu sebagai direktur atau pimpinan perusahaan.


•Faktor ketahanan (ausdeur factor) dimana dalam faktor ini dapat ditunjukkan  oleh  garis  ausdaner  dalam  mengerjakan  tes. Menganalisis dari bentuk grafik yang dikerjakan oleh teste tersebut.

5. TEST PAULI
Tes Pauli dikembangkan pada tahun 1983, oleh Dr.Richard Pauli bersama dengan Dr. Wilhem Arnold dan Prof. Dr. Van Hiss. Pada dasarnya, Richard Pauli tergolong dalam suatu aliran yang ingin membuat psikologi menjadi bidang ilmu pasti, yaitu membuat psikologi sebagai suatu bidang eksperimen. Di dalam penyusunan atau pembuatan test pauli ini, Richard Pauli mengambil cara yang dipergunakan oleh Kraeplin, yaitu menggunakan suatu metode dengan cara mengerjakan penghitungan sederhana di mana yang hendak dilihat adalah kurva kerja dari testee.
Adapun ciri dari test Pauli antara lain adalah: penjumlahan yang mengalir, angka yang ditulis hanya satuan, hasil penjumlahan tidak dijumlahkan dengan angka berikutnya.
Tujuan pengukuran tes Pauli adalah mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat prestasi dengan tepat, dan mengetahui pengaruh sikap kerja terhadap prestasi.


Setelah kita mengetahui apa itu tes intelegensi dan alat-alat tesnya, sekarang kita masuk mengenai tes kepribadian, berikut penjelasannya......


Tes Kepribadian
Tes kepribadian adalah tes yang digunakan untuk melihat kepribadian setiap individu seperti tipe, gaya, tingkat kepribadian. Tes ini memiliki fungsi selain melihat yaitu untuk mendiagnosa serta memberi treatment yang khusus apabila ternyata terdapat kepribadian yang "sakit" seperti Psikopat, Zkizofrenia, ADHD,dll.
Berikut adalah alat test untuk mengukur kepribadian seseorang:




1. PAPI (The Personality Preference Inventory)
+'1'87
,%1
+'1'87
,%1
PAPI merupakan sebuah alat ukur yang memeriksa gaya kerja yang sangat populer dan digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan di lebih 50 negara. PAPI dirancang oleh Dr. Max Martin Kostick di tahun 1960-an.

Tes ini merupakan pemeriksaan yang khusus berkaitan dengan kerja , tes ini berusaha untuk menjelaskan serta menjawab pertanyaan terkait permasalahan kepribadian inheren. Gaya bekerja seseorang dan melihat kemampuan seseorang dalam mengatasi dinamika dalam kelompok, terutama karyawan dalam perusahaan.

PAPI memiliki dua format, yakni:

• PAPI-I (Ipsatif ) dimana format tersebut mengadopsisebuah format wajib memilih (forced-choice) dan menuntut responden untuk memilih prefensi – prefensi darim90 pernyataan.

• PAPI-N (Normatif) Tes ini meminta orang-orang yang mengerjakan kuesioner untuk memberikan tingkat sejauh mana mereka setuju dengan 126 pernyatan.

2. NEO PI-R
NEO-PI-R adalah sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae dengan cara menggunakan kuisioner yang dirancang untuk mengukur Big Five Traits. Mereka membedakan masing-masing dari kelima dimensi kepribadian tersebut dengan mengembangkan enam facet yang sifatnya lebih spesifik.
Tujuan tes ini adalah untuk mengukur kecenderungan emosi, hubungan interpersonal, keterbukaan terhadap pengalaman baru, kecenderungan untuk tunduk pada orang lain, dan kemampuan individu dalam berorganisasi.

3. DISC
Alat tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian, pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara profesional maupun secara personal. Seperti umumnya alat-alat tes sejenis (termasuk IQ tes), DISC pertama kali digunakan untuk kepentingan militer dan secara luas digunakan sebagai bagian dalam proses penerimaan tentara AS pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah keandalannya terbukti, kemudian DISC secara bertahap dipakai untuk kepentingan rekrutmen yang lebih umum.
1. Dominant (D)
2. Influencing (I)
3. Steadiness (S)
4. Conscientiousness (C)
Manfaat DISC :
• Memberikan pemahaman tentang diri seseorang terkait dengan kelebihan dan kekurangan dirinya (secara garis besar untuk memahami tipe kepribadian).
• Perencanaan masa depan yang lebih baik.
• Penempatan yang sesuai dengan keunikan seseorang.

4. MBTI
Tes MBTI adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang dalam lingkungannya. Tes ini dikembangkan oleh Katherine Cook Brigss dan putrinya, Isabel Brigss Myers. Mereka mengembangkan tes ini sejak perang dunia II (1939-1945). Mereka percaya bahwa pengetahuan akan kepribadian dapat membantu perempuan yang akan memasuki dunia kerja di bidang industri. Tes MBTI bertujuan secara khusus untuk mengklasifikasikan orang-orang menurut tipe-tipe kepribadian yang spesifik yang kini menjadi rujukan bagi berbagai organisasi dalam melakukan tes bagi pesertanya. Kuesioner ini didasarkan pada empat skala, yang menghasilkan enam belas kemungkinan kombinasi atau tipe-tipe kepribadian yang luas. MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan. Masing-masing memiliki sisi positif dan sisi negatif.
Berikut empat skala kecenderungan MBTI, yaitu :
1. Ekstrovert (E) vs Introvert (I)
2. Sensing (S) vs Intuition (I)
3. Thinking (T) vs Feeling (F)
4. Judging (J) vs Perceiving (P)
 Kegunaan Tes MBTI
1. Bimbingan Konseling
2. Pengembangan diri
3. Memahami orang lain dengan cara yang lebih baik

Untuk mengukur kepribadian, selain jenis alat tes diatas terdapat pula test grafis dan tes proyeksi. Tes grafis adalah tes yang melihat kepribadian individu, melalui bagaimana individu tersebut menulis dan menggambar . Tes Proyeksi merupakan tes yang diigunakan untuk mengukur kepribadian dengan cara individu diajak untuk menebak gambar yang ada di alat tes itu.
Berikut jenis-jenis alat tes grafis dan proyeksi

1.  WZT/WARTEGG
Dikembangkan sekitar tahun 1930 oleh Dr. Ehrig Wartegg dalam karyanya Gestaltung und Character sebagai suatu outline untuk tipologi tes DCT ini. Tes ini terdiri dari 8 karakter item data berupa bentuk/gambar yang ambigu di tiap 8 kotaknya. Sebuah tes proyeksi sederhana yang berupa setengah kertas ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Dalam setiap kotak terdapat rangsang-rangsang tertentu yang masing-masing kotaknya akan memberikan kesan spesifik yang berbeda-beda dan tentu saja reaksi yang berbeda pula sesuai dengan kepribadian seseorang. 
Tujuan tes ini untuk mengeksplorasi struktur kepribadian dari fungsi dasarnya (emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol, dan fungsi realita, sejauhmana masalah-masalah yang ada “meluas” dalam diri individu dan melihat abnormalitas manusia.
Alat-alat yang dibutuhkan
-Menyiapkan stopwatch yang siap pakai
-Menggambar Tes Wartegg di papan tulis
-Membagikan lembar Tes Wartegg dan sebatang pinsil HB

2. DAM
Tes Menggambar Orang dilaksanakan secara individual. Biasanya digunakan untuk keperluan seleksi, adakalanya tes ini dilaksanakan secara klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan klinis, tes ini dilakukan “work limit” (tanpa batas waktu pengerjaan)  dan jika testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit” (dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan menggunakan penghapus.
Alat yang dibutuhkan:
-2 lembar kertas putih ukuran 8.5” x 11”
-pensil (medium soft)
-penghapus (sesuaikan dengan tujuan pemeriksaan)
-lembaran observasi
-lembaran penyerta

3. HTP (House - Tree - Person)
Tes menggambar pohon (The Tree Test/Baum Test) bisa dilaksanakan secara individual maupun klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan klinis, tes ini dilakukan “work limit” (tanpa batas waktu pengerjaan) dan jika testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit” (dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan menggunakan penghapus

Instruksi:
Gunakan tiga lembar kertas, berikan yang pertama dan katakan, “Saya ingin kalian untuk menggambar rumah sebisa kalian.” Pertanyaan kedua ditanyakan lagi dan memberikan selembar kertas, “Gambarlah sebuah pohon sebagus sebisa kalian.” Pertanyaan, dan selembar kertas lagi yang terakhir, “ Gambarlah orang sebaik yang kalian bisa”. Jika ada yang menggambar kepalanya saja, katakan, “Saya ingin kalian menggambar orang yang utuh, bukan hanya kepalanya saja.”
Subjek diberi tahu untuk menggambar sebuah rumah, pohon dan orang dalam selembar kertas putih. Figur pada gambar memberikan terapis beberapa indikasi bagaimana perspektif anak tersebut terhadap dirinya di dunia. Figur pada gambar biasanya juga disebut sebagai refleksi diri.
4. Grafologi
Grafologi berasal dari kata graphos yang berarti coretan atau tulisan dan logos yang berarti ilmu. Jadi grafologi adalah ilmu yang mampu menginterpretasikan karakter seseorang melalui tulisannya. Grafologi ini sudah ada sejak zaman kuno.
Tujuan dari tes ini yaitu untuk mengetahui untuk mengungkapkan karakter dan kepribadian seseorang melalui tulisannya. Dengan grafologi kita dapat mengetahui motivasi diri, kestabilan emosi, keadaan mental, minat dan bakat, kecenderungan intelektual bahkan kekuatan dan kelemahan diri.
Kosep:
- Ruang
Tempat seseorang dalam mencoretkan tulisannya. Agar mudah dimengerti, ruang adalah jika kita menulis di kertas  A4 yang kosong, maka tempat kosong yang kita tulis ini adalah ruangnya
- Gerak
Arah tulisan (kekakanan / kekiri, keatas / menurun)
- Bentuk
Bentuk-bentuk dari tulisan tiap huruf ataupun kata (bentuk, huruf a,i, dsb)
Sedangkan berikut adalah tes proyektif :

1. Tes Rosarch
Metode proyektif yang paling dikenal dan digunakan secara luas dalam melihat kepribadian seseorang adalah tes Rorschach. Dalam tes ini, klien diperlihatkan sepuluh kartu dengan bentuk ambigu hasil dari cipratan tinta yang hampir simetris. Lima kartu berwarna hitam, putih dan abu-abu yang berbayang, sedangkan lima kartu lainnya memiliki warna. Kebanyakan ahli setuju bahwa tes Rorschach ini merupakan teknik psikodiagnostik yang signifikan dan sensitif. Tes ini mengevaluasi emosi-emosi yang dialami klien dalam hidupnya, tingkat intelektual dan membantu menjelaskan komponen-komponen kepribadian seseorang.
Ada tiga kategori penting dalam memberikan skor pada tes ini, yaitu lokasi yang menunjukkan pada bagian mana respon dilihat oleh klien dalam kartu, determinan yang menunjukkan bagaimana respon tersebut dilihat, dan konten yang menunjukkan apa yang dilihat klien dalam kartu.
Rorshach telah berhasil membuat satu seri kartu bercak tinta yang terdiri dari sepuluh kartu dan sudah distandarisasi, kartu2 tersebut dapat digunakan sebagai alat asesmen kepribadian seseorang. Bercak-bercak itu sekarang telah dicetak diatas kertas tebal berwarna putih sebagai dasarnya, kartu berukuran 24 ½ cm dan lebar 17 cm. 10 kartu tersebut dikelompokan menjadi dua yaitu:
-  kartu achromatic, kelompok kartu ini hanya mempunyai warna hitam, putih dan abu-abu, yaitu kartu I, IV,V,VI dan VII.
-  kartu chromatic, kelompok kartu kromatik mempunyai aneka warna lain, missal merah, biru, hijau dsb. Yaitu kartu II, III,VIII, IX,dan X.

2. Test TAT
Thematic Apperception Test atau yang disingkat menjadi (TAT) adalah sebuah alat bantu untuk mengukur aspek kepribadian individu. Dengan berbagai macam perhitungan, kita bisa mengetahui alat ukur yang digunakan untuk menghitung, bahkan mampu menarik sebuah kesimpulan, dalam menentukan kepribadian dan kognitif seseorang secara umum. Metode dengan menggunakan kartu bergambar seukuran 4 X 6 inchi. Diberikan masing – masing, pria dan wanita, 5 jenis kartu yang berbeda dan 1 kartu kosong.
TAT didasarkan pada teori kebutuhan Murray yang melihat bahwa perilaku manusia didorong oleh motivasi internal dan eksternal, sedangkan lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan interaksi itu yang terbentuk sejak jaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.
- Dalam tes ini, klien diminta membuat cerita dari beberapa kartu bergambar yang disajikan satu persatu.
- Klien dapat menulis sendiri ceritanya atau examiner yang menulis cerita klien.
- Tugas klien adalah menceritakan apa yang sedang terjadi saat ini, sebelumnya (situasi apa yang menimbulkan peristiwa saat ini), bagaimana pikiran dan perasaan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, dan bagaimana akhir dari cerita yang dibuat klien.
- Cerita yang dibuat klien dianggap memiliki implikasi terhadap konflik atau pun masalah yang dialami klien.



 














Selasa, 05 April 2016

Pengantar Psikodiagnostik

Pengertian Psikodiagnostik 

Psikodiagnostik berasal dari 2 kata, yaitu psikologi dan diagnostik. Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia, sedangkan diagnostik adalah mencari tahu. Jadi, bisa disimpulkan psikodiagnostik ini adalah ilmu tentang mencari tahu masalah perilaku yang muncul.

PSIKODIAGNOSTIK ==> Cara Untuk menegakkan Diagnosa (dalam rangka pemeriksaan)

Psikodiagnostik ini muncul dilatarbelakangi oleh kebutuhan klinis, yang dieksiskan oleh Hermann Rorschach. Dalam mendiganosa seseorang individu, Hermann membuat sebuah tes yang dinamakan “Test Rorschach”. Test Rorschach adalah suatu tes yang berupa bercak tinta, yang diteteskan pada kertas sehingga memunculkan bentuk gambar yang simetris. Lalu subjek/individu yang di tes diminta untuk mengiterpretasikan gambar tersebut. Beberapa psikolog menggunakan test ini untuk memeriksa kepribadian seseorang. Test ini banyak digunakan untuk kasus – kasus dimana pasien tidak ingin menggambar proses terbuka.



Psikodiagnostik itu sendiri memiliki pengertian sempit dan luas.
  • Arti sempit: Meruapakan suatu cara untuk menetapkan psikis atau gangguan jiwa agar dapat memberikan pengobatan yang tepat
  • Arti luas: Setiap cara yang digunakan untuk membuat diagnosis psikologis, agar dapat memperlakukan individu dengan lebih tepat.



Apa tujuan dari psikodiagnostik itu sendiri??

  1. Untuk mengetahui potensi/ kemampuan-kemampuan yang dimiliki individu
  2. Agar dapat memperlakukan individu sesuai dengan potensinya
  3. Untuk menetapkan kelainan-kelainan psikis yang dialami individu, seperti fobia, skizoferenia, paranoid, dll
  4. Agar dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kelainan psikologis yang dialami individu tersebut. Misalnya, dia menderita paranoid, apa penanganan yang tepat supaya paranoidnya bisa disembuhkan.
  5. Untuk mengetahui adanya perbedaan-perbedaan individu. Misalnya, kembar identik. Apakah kembar identik sudah pasti sama?? Bisa saja mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda
Ada 5 kelompok profesi yang gunain psikodiagnostik ini; Psikolog, Psikiater, Petugas Rekrutmen dalam bidang Industri (Personel Worker), Petugas Sosial, dan Petugas Bimbingan dan Konseling dalam bidang Pendidikan.

METODE PSIKODIAGNOSTIKA
1.      OBSERVASI
Observasi adalah salah satu metode dalam psikodiagnostika, yang dilakukan secara sistemaris dan sengaja melalui pengamatan dan pencatatan terhadap subjek yang diteliti. Alat utama yang digunain tuh simple PANCAINDRA.
Ada 3 jenis observasi;
Observasi Non Partisipan
Observasi Partisipan
Observasi dalam situasi eksperimental

2.      WAWANCARA
Interview merupakan percakapan antara dua orang atau lebih, yang berlangsung antara interviewee dan interviewer. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk m,endapatkan informasi dimana interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh interviewee.
Dalam wawancara:
  • Komunikasi berbentuk verbal & non verbal
  • Sangat penting untuk membentuk relasi antar personal
  • Pertanyaan mempunyai tujuan & arah


Hal-hal yang perlu dipertimbangkan:
  • waktu
  • isi wawancara
  • respon yang diharapkan
– jawaban yang terbuka
– jawaban yang tertutup
Wawancara merupakan salah satu merode dalam psikodiagnostika dan merupakan sumber yang sangat luas. Ada beberapa kelebihan dari wawancara, yaitu ;
  1. Tidak membutuhkan peralatan atau perlengkapan khusus
  2. Dapat dilakukan dimana saja
  3. Merupakan hal biasa dalam interaksi social sehingga memungkinkan untuk mengumpulkan sampel tentang perilaku verbal atau non verbal individu secara bersamaan
  4. Memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Interview bebas melakukan inquiry terhadap topic   pembicaraan
  5. Merupakan tehnik yg tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi
  6. Dapat dilaksanakan pada setiap individu & pd setiap tingkat usia
  7. Tidak dibatasi oleh kemampuan membaca atau menulis
  8. Bisa dilakukan serempak sambil diobservasi
  9. Data yang masuk lebih banyak & lebih tepat
  10. Kerahasiaan pribadi lebih terjamin


Kelemahan :
  1. Membutuhkan waktu, tenaga dan biaya lebih banyak
  2. Sangat tergantung individu yang di wawancarai
  3. Dilaksanakan oleh orang yang ahli
  4. Mudah dipengaruhi oleh situasi sekitar
  5. Subyektifitas sangat mempengaruhi hasil


Ada 3 jenis wawancara;
a)      Wawancara bebas / tidak terstruktur
Wawancara yang tidak memiliki arah pembicaraan yang jelas. Kelebihan wawancara ini adalah pembicaraan akan berlangsung dalam suasana yang bebas dan santai. Kelemahan dari wawancara ini adalah pembicaraan akan mudah menyimpang ke arah lain / tidak fokus.
b)      Wawancara terstruktur
Wawancara yang memiliki topic pembicaraan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Kelebihan wawancara ini adalah isi pembicaraan akan lebih fokus. Kelemahan wawancara ini adalah terlalu formil dan kaku, sehingga subjek mungkin dapat tidak berterus terang dalam menjawab pertanyaan.
c)      Wawancara terarah
Teknik wawancara dengan menggabungkan kedua teknik sebelumnya, yaitu dimulai dengan bentuk tidak terstruktur, lalu menjadi bentuk terstruktur. Hal ini menghindari kelemahan kedua teknik sebelumnya dan mengambil kelebihan kedua teknik sebelumnya.
3.      TES PSIKOLOGI
Dalam bidang Psikologi, kata tes pertama kali digunakan oleh J.M Cattell pada tahun 1980. Mulai saat itu, kata tersebut semakin popular sebagai nama metode psikologis, yang digunakan untuk mengukur kepribadian tertentu.
Tes psikologi è pertanyaan-pertanyaan yg harus dijawab dan atau perintah-perintah yg harus dijalankan, dan berdasarkan atas bagaimana teste menjawab pertanyaan dan atau melakukan perintah penyelidiki dapat mengambil kesimpulan dengan cara membandingkan dg standart atau dg testee yg lain.
Metode tes dapat membantu memperoleh gambaran diri subjek. Kelebihan dari tes ini adalah bentuknya yang sudah standar, sehingga mengurangi bias yang mungkin muncul selama proses pemeriksaan berlangsung. Respon yang diberikan diubah dalam bentuk skor dan dibuat analisa kuantitatif. Skor yang didapat kemudian diinterprestasi sesuai dengan norma yang ada.
SYARAT TES YANG BAIK :
Valid
Reliabel
Distandardisasi
Obyektif
Diskriminatif
Komprehensif
Mudah digunakan
4.      ANALISA DOKUMEN (RIWAYAT HIDUP)
Dokumen yang dapat dianalisa berupa ijazah sekolah, arsip pekerjaan, catatan medis, tabungan, buku harian, surat, album foto, catatan kepolisian, penghargaan, dsb. Data dalam bentuk dokumen ini memiliki kelebihan, yaitu data dapat lebih terhindar dari distorsi memori, jenis respon, motivasi atau faktor situasional. Misalnya, ingin mendapatkan informasi tentang hasil belajar subjek, dengan melihat nilai rapor, dibangingkan bertanya langsung (yang kemungkinan subjek dapat berbohong)

SEJARAH TES PSIKOLOGi

Awal Mula
Cina
  • Sistem ujian dalam bentuk lisan
  • Menentukan pejabat pemerintah yang layak mengerjakan tugasnya à“fitness for office”
  • Hukum sipil, masalah militer, pertanian , penghasilan, geografi, komposisikarangan dan puisi
Perang Dunia I (1917)
APA (American Psychological Association)  menunjuk suatu komite yang diketuai oleh  Robert M. Yerkes
instrumen untuk mengklasifikasikan berdasarkan taraf intelektual umum. Digunakan untuk berbagai keputusan administratif; penolakan atau penghentian dr dinas militer, penempatan ke berbagai macam dinas, penerimaan padalatihan sebagai perwira
  • Army Alpha : untuk rutin umum
  • Army Beta : buta huruf dan orang asing
Sesudah Perang Dunia I, tes-tes angkatan darat disebar ke penggunaan sipil.
Tes Army Alpha dan Army Beta mengalami banyak revisi dan menjadi model bagi sebagian besar tes inteligensi kelompok
Pelopor pengetesan dan pemeriksaan psikologi, antara lain :
  • Charles Spearman à Teori Tes
  • Edward Thorndike à Tes Prestasi
  • Lewis Terman à Tes Kecerdasan
  • Robert Woodward & Hermann Rorscach  à Kepribadian
  • E.K. Strong, Jr à pengukuran Minat

Fungsi Tes Psikologi


Fungsi seleksi
Tes psikologi berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan.. misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasilh-asil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak alon-calon lainnya.
Fungsi Klasifikasi
Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya. Atau mengelompokkan siswa ke dalam program khusus tertentu.
Fungsi deskripsi
Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik kepribadian, tingkahlaku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya
Mengevaluasi suatu treatment
Tes psikologi digunakan juga untuk mengavaluasi suatu treatment/tindakan yang telah dilakukan terhadap seseorang atau sekelompok individu. Ini untuk mengavaluasi sampai tingkat mana keberhasilantreatment yang sudah diberikan. Evalusi ini sangat membantu untuk meneruskan tindakan selanjutnya yang akan diambil.
Menguji suatu hipotesis
Tes psikologi juga bisa digunakan menguji sebuah hipotesis dan asumsi yang ada. Ini dikarenakan, bahwa tes psikologi terbuat/disusun dari sejumlah penelitian yang ilmiah sebelumnya.  Contoh penggunaan tes psikologi untuk menguji hipotesis ini seperti membandingkan hasil eksperimen yang sudah didapatkan dengan tes psikologi yang sudah dibakukan. Jadi hasilnya dapat di compare(membadingkan), ataupun tes psikologi bisa langsung menguji hipotesis dengan menurunkan indicator-indokator dari tes psikologi yang baku.
Jenis-jenis Tes Psikologi
1. Tes Kepribadian
2. Tes Intelektual