Pengertian Psikodiagnostik
Psikodiagnostik berasal dari 2 kata, yaitu psikologi dan diagnostik. Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia, sedangkan diagnostik adalah mencari tahu. Jadi, bisa disimpulkan psikodiagnostik ini adalah ilmu tentang mencari tahu masalah perilaku yang muncul.
PSIKODIAGNOSTIK ==> Cara Untuk menegakkan Diagnosa (dalam rangka pemeriksaan)
Psikodiagnostik ini muncul dilatarbelakangi oleh kebutuhan klinis, yang dieksiskan oleh Hermann Rorschach. Dalam mendiganosa seseorang individu, Hermann membuat sebuah tes yang dinamakan “Test Rorschach”. Test Rorschach adalah suatu tes yang berupa bercak tinta, yang diteteskan pada kertas sehingga memunculkan bentuk gambar yang simetris. Lalu subjek/individu yang di tes diminta untuk mengiterpretasikan gambar tersebut. Beberapa psikolog menggunakan test ini untuk memeriksa kepribadian seseorang. Test ini banyak digunakan untuk kasus – kasus dimana pasien tidak ingin menggambar proses terbuka.
Psikodiagnostik itu sendiri memiliki pengertian sempit dan luas.
- Arti sempit: Meruapakan suatu cara untuk menetapkan psikis atau gangguan jiwa agar dapat memberikan pengobatan yang tepat
- Arti luas: Setiap cara yang digunakan untuk membuat diagnosis psikologis, agar dapat memperlakukan individu dengan lebih tepat.
Apa tujuan dari psikodiagnostik itu sendiri??
- Untuk mengetahui potensi/ kemampuan-kemampuan yang dimiliki individu
- Agar dapat memperlakukan individu sesuai dengan potensinya
- Untuk menetapkan kelainan-kelainan psikis yang dialami individu, seperti fobia, skizoferenia, paranoid, dll
- Agar dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kelainan psikologis yang dialami individu tersebut. Misalnya, dia menderita paranoid, apa penanganan yang tepat supaya paranoidnya bisa disembuhkan.
- Untuk mengetahui adanya perbedaan-perbedaan individu. Misalnya, kembar identik. Apakah kembar identik sudah pasti sama?? Bisa saja mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda
Ada 5 kelompok profesi yang gunain psikodiagnostik ini; Psikolog, Psikiater, Petugas Rekrutmen dalam bidang Industri (Personel Worker), Petugas Sosial, dan Petugas Bimbingan dan Konseling dalam bidang Pendidikan.
METODE PSIKODIAGNOSTIKA
1. OBSERVASI
Observasi adalah salah satu metode dalam psikodiagnostika, yang dilakukan secara sistemaris dan sengaja melalui pengamatan dan pencatatan terhadap subjek yang diteliti. Alat utama yang digunain tuh simple PANCAINDRA.
Ada 3 jenis observasi;
Observasi Non Partisipan
Observasi Partisipan
Observasi dalam situasi eksperimental
2. WAWANCARA
Interview merupakan percakapan antara dua orang atau lebih, yang berlangsung antara interviewee dan interviewer. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk m,endapatkan informasi dimana interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh interviewee.
Dalam wawancara:
- Komunikasi berbentuk verbal & non verbal
- Sangat penting untuk membentuk relasi antar personal
- Pertanyaan mempunyai tujuan & arah
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan:
- waktu
- isi wawancara
- respon yang diharapkan
– jawaban yang terbuka
– jawaban yang tertutup
– jawaban yang tertutup
Wawancara merupakan salah satu merode dalam psikodiagnostika dan merupakan sumber yang sangat luas. Ada beberapa kelebihan dari wawancara, yaitu ;
- Tidak membutuhkan peralatan atau perlengkapan khusus
- Dapat dilakukan dimana saja
- Merupakan hal biasa dalam interaksi social sehingga memungkinkan untuk mengumpulkan sampel tentang perilaku verbal atau non verbal individu secara bersamaan
- Memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Interview bebas melakukan inquiry terhadap topic pembicaraan
- Merupakan tehnik yg tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi
- Dapat dilaksanakan pada setiap individu & pd setiap tingkat usia
- Tidak dibatasi oleh kemampuan membaca atau menulis
- Bisa dilakukan serempak sambil diobservasi
- Data yang masuk lebih banyak & lebih tepat
- Kerahasiaan pribadi lebih terjamin
Kelemahan :
- Membutuhkan waktu, tenaga dan biaya lebih banyak
- Sangat tergantung individu yang di wawancarai
- Dilaksanakan oleh orang yang ahli
- Mudah dipengaruhi oleh situasi sekitar
- Subyektifitas sangat mempengaruhi hasil
Ada 3 jenis wawancara;
a) Wawancara bebas / tidak terstruktur
Wawancara yang tidak memiliki arah pembicaraan yang jelas. Kelebihan wawancara ini adalah pembicaraan akan berlangsung dalam suasana yang bebas dan santai. Kelemahan dari wawancara ini adalah pembicaraan akan mudah menyimpang ke arah lain / tidak fokus.
b) Wawancara terstruktur
Wawancara yang memiliki topic pembicaraan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Kelebihan wawancara ini adalah isi pembicaraan akan lebih fokus. Kelemahan wawancara ini adalah terlalu formil dan kaku, sehingga subjek mungkin dapat tidak berterus terang dalam menjawab pertanyaan.
c) Wawancara terarah
Teknik wawancara dengan menggabungkan kedua teknik sebelumnya, yaitu dimulai dengan bentuk tidak terstruktur, lalu menjadi bentuk terstruktur. Hal ini menghindari kelemahan kedua teknik sebelumnya dan mengambil kelebihan kedua teknik sebelumnya.
3. TES PSIKOLOGI
Dalam bidang Psikologi, kata tes pertama kali digunakan oleh J.M Cattell pada tahun 1980. Mulai saat itu, kata tersebut semakin popular sebagai nama metode psikologis, yang digunakan untuk mengukur kepribadian tertentu.
Tes psikologi è pertanyaan-pertanyaan yg harus dijawab dan atau perintah-perintah yg harus dijalankan, dan berdasarkan atas bagaimana teste menjawab pertanyaan dan atau melakukan perintah penyelidiki dapat mengambil kesimpulan dengan cara membandingkan dg standart atau dg testee yg lain.
Metode tes dapat membantu memperoleh gambaran diri subjek. Kelebihan dari tes ini adalah bentuknya yang sudah standar, sehingga mengurangi bias yang mungkin muncul selama proses pemeriksaan berlangsung. Respon yang diberikan diubah dalam bentuk skor dan dibuat analisa kuantitatif. Skor yang didapat kemudian diinterprestasi sesuai dengan norma yang ada.
SYARAT TES YANG BAIK :
Valid
Reliabel
Distandardisasi
Obyektif
Diskriminatif
Komprehensif
Mudah digunakan
4. ANALISA DOKUMEN (RIWAYAT HIDUP)
Dokumen yang dapat dianalisa berupa ijazah sekolah, arsip pekerjaan, catatan medis, tabungan, buku harian, surat, album foto, catatan kepolisian, penghargaan, dsb. Data dalam bentuk dokumen ini memiliki kelebihan, yaitu data dapat lebih terhindar dari distorsi memori, jenis respon, motivasi atau faktor situasional. Misalnya, ingin mendapatkan informasi tentang hasil belajar subjek, dengan melihat nilai rapor, dibangingkan bertanya langsung (yang kemungkinan subjek dapat berbohong)
SEJARAH TES PSIKOLOGi
Awal Mula
Cina
- Sistem ujian dalam bentuk lisan
- Menentukan pejabat pemerintah yang layak mengerjakan tugasnya à“fitness for office”
- Hukum sipil, masalah militer, pertanian , penghasilan, geografi, komposisikarangan dan puisi
Perang Dunia I (1917)
APA (American Psychological Association) menunjuk suatu komite yang diketuai oleh Robert M. Yerkes
instrumen untuk mengklasifikasikan berdasarkan taraf
intelektual umum. Digunakan untuk berbagai keputusan administratif; penolakan
atau penghentian dr dinas militer, penempatan ke berbagai macam dinas,
penerimaan padalatihan sebagai perwira
- Army Alpha : untuk rutin umum
- Army Beta : buta huruf dan orang asing
Sesudah Perang Dunia I, tes-tes
angkatan darat disebar ke penggunaan sipil.
Tes Army Alpha dan Army Beta
mengalami banyak revisi dan menjadi model bagi sebagian besar tes inteligensi
kelompok
Pelopor
pengetesan dan pemeriksaan psikologi, antara lain :
- Charles Spearman à Teori Tes
- Edward Thorndike à Tes Prestasi
- Lewis Terman à Tes Kecerdasan
- Robert Woodward & Hermann Rorscach à Kepribadian
- E.K. Strong, Jr à pengukuran Minat
Fungsi Tes Psikologi
Fungsi seleksi
Tes psikologi berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan.. misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasilh-asil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak alon-calon lainnya.
Fungsi Klasifikasi
Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya. Atau mengelompokkan siswa ke dalam program khusus tertentu.
Fungsi deskripsi
Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik kepribadian, tingkahlaku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya
Mengevaluasi suatu treatment
Tes psikologi digunakan juga untuk mengavaluasi suatu treatment/tindakan yang telah dilakukan terhadap seseorang atau sekelompok individu. Ini untuk mengavaluasi sampai tingkat mana keberhasilantreatment yang sudah diberikan. Evalusi ini sangat membantu untuk meneruskan tindakan selanjutnya yang akan diambil.
Menguji suatu hipotesis
Tes psikologi juga bisa digunakan menguji sebuah hipotesis dan asumsi yang ada. Ini dikarenakan, bahwa tes psikologi terbuat/disusun dari sejumlah penelitian yang ilmiah sebelumnya. Contoh penggunaan tes psikologi untuk menguji hipotesis ini seperti membandingkan hasil eksperimen yang sudah didapatkan dengan tes psikologi yang sudah dibakukan. Jadi hasilnya dapat di compare(membadingkan), ataupun tes psikologi bisa langsung menguji hipotesis dengan menurunkan indicator-indokator dari tes psikologi yang baku.
Jenis-jenis Tes Psikologi
1. Tes Kepribadian
2. Tes Intelektual
Tidak ada komentar:
Posting Komentar